Breaking News:

Ridwan Kamil Siap Penuhi Undangan Bareskrim Mabes Polri, Besok Mau Klarifikasi Ini di Depan Polisi

Gubernur mengatakan rangkaian kegiatan dengan kerumunan massa ini, memang menjadi perhatian publik.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Humas Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam acara Ekspose Kesiapan Pilkada Kabupaten Pangandaran di Kantor Bupati Pangandaran, Jumat (23/10/20) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan memenuhi undangan Bareskrim Mabes Polri di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur akan memberikan klarifikasi dan keterangan terkait dengan dinamika kerumunan massa dalam sebuah kegiatan di Megamendung, Kabupaten Bogor, beberapa waktu lalu.

Dinamika kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19, katanya, memang sempat terjadi di antaranya sejak kedatangan Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno Hatta, kemudian sejumlah acara di Jakarta, sampai acara peresmian peletakan batu pertama sebuah masjid di Kabupaten Bogor.

Gubernur mengatakan rangkaian kegiatan dengan kerumunan massa ini, memang menjadi perhatian publik.

Walaupun dalam pandangannya, berbagai dinamika kerumunan ini terjadi juga di masa-masa sebelumnya, seperti aksi demonstrasi penolakan UU Cipta Kerja.

Namun mengenai kegiatan yang dipertanyakan oleh Bareskrim Mabes Polri, katanya, berbarengan dengan kedatangan Habib Rizieq Shihab yang sudah lama tidak ada di Tanah Air, sehingga menimbulkan atensi yang luar biasa dari pendukung dan simpatisannya.

"Ekses itu, seperti yang sudah kami pahami, kepolisian meminta klarifikasi dari pemimpin wilayah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa tadi, walaupun latar belakang dan asal muasal situasinya itu tidak bisa dipersamakan," katanya di Gedung Sate, Kamis (19/11/2020).

"Pak Gubernur Jakarta Anies Baswedan sudah memberikan klarifikasi, dan saya sudah menerima surat kemarin sore ya, sama juga untuk dimintai keterangan. Jadi bahasanya bukan diperiksa, tapi dimintai tambahan keterangan terkait acara di Bogor. Tentunya saya sebagai warga negara yang taat hukum, seperti ini wajib kita penuhi dengan sebaik-baiknya," katanya.

Gubernur mengatakan semua provinsi di luar Jakarta, sistem kewenangan pemerintahannya berbeda.

Baca juga: UPDATE Kebakaran Gudang Pabrik Kasur di Cibeureum Cimahi, Dua Mesin Pembuat Springbed Ikut Terbakar

Baca juga: Tak Disangka, Nikita Mirzani Pernah Lakukan Sederet Kebaikan, Bantu Guru hingga Bantu Atasi Covid-19

Provinsi di luar Jakarta, katanya, semua kewenangan teknisnya ada di tangan wali kota dan bupati. 

"Jadi ada ribuan kegiatan setiap tahun di seluruh Jawa Barat, itu dikelola oleh bupati dan wali kota. Karena hubungan antara bupati wali kota dan gubernur itu koordinatif, yang tidak wajib melaporkan, hanya sifatnya koordinasi. Lain halnya dengan polisi atau Kodam yang sifatnya komando, di mana laporan harus langsung," ujarnya.

"Jadi besok jam 9.00 saya akan hadir, saya akan ditemani oleh Biro Hukum karena mungkin banyak pertanyaan-pertanyaan terkait peraturan gubernur yang berhubungan dengan penegakan protokol kesehatan dan proses-proses hierarki tadi. Bahwa satgas di Jawa Barat itu tidak satu ya. Kalau di Jakarta kan satu, kalau di Jabar, satgas itu ada 28, satunya provinsi, 27 satgas di level kota kabupaten," katanya. 

Mengenai surat yang diterbitkan oleh Menteri Dalam Negeri tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19, yang menyatakan sanksi bagi kepala daerah yang tidak menaati aturan perundang-undangan termasuk mengenai protokol kesehatan, Gubernur mengatakan akan membahasnya Jumat.

"Oh surat Mendagri juga akan bahas besok ya, mohon izin karena itu berkaitan nanti dengan narasi dari kegiatan. Karena begini, harus dilihat secara komprehensif. Adakah perilaku tercela dari kepala daerah yang melanggar hukum. Nah biasanya pemberhentian itu dalam definisi itu. Secara pribadinya melakukan perilaku tercela yang melanggar hukum, maka biasanya diproses," ucapnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved