Breaking News:

China Dituding Pakai Senjata Terlarang untuk 'Masak Hidup-hidup' Tentara India Awalnya Korban Muntah

Pasukan China dituding menggunakan senjata gelombang mikro untuk "memasak tentara India hidup-hidup" pada konflik di Himalaya.

ISTIMEWA
Ilustrasi 

TRIBUNCIREBON.COM- Pasukan China dituding menggunakan senjata gelombang mikro untuk "memasak tentara India hidup-hidup" pada konflik di Himalaya.

Pakar studi internasional Jin Canrong menyatakan, senjata elektromagnetik itu bakal membakar daging musuh, memanaskan puncak gunung, hingga membuat musuh muntah.

Jin menerangkan, senjata itu memanaskan molekul air dengan cara seperti peralatan dapur dan menargetkan air di bawah kulit.

Baca juga: Cinta Vicky Prasetyo pada Kalina Oktarani Diterima, Si Gladiator Cinta Pakai Strategi Eric Cantona

Baca juga: Suami Pergi Kerja, Baru 10 Meter Balik Lagi, Istri Sudah Tak Berbusana dengan Pria Lain, Dibacok

Dengan cara itu, dia meningkatkan rasa sakit yang bakal diderita target, dengan penggunaannya bisa dilakukan dari jarak hampir satu kilometer.

Jin kemudian memuji pasukan China yang "secara cantik" menggunakan gelombang mikro untuk mengalahkan India, tanpa harus melanggar penggunaan senjata.

Baca juga: Sejumlah Pasien HIV/AIDS di Indramayu Mau Berobat, tapi Terganjal Tunggakan BPJS, Akui Butuh Bantuan

The Times memberitakan, senjata itu ditempatkan pada akhir Agustus, beberapa pekan setelah militer dua negara terlibat baku pukul di Ladakh.

Insiden yang menewaskan 20 orang tentara India itu nyaris membuat dua negara terlibat perang lagi, setelah yang terjadi terjadi 53 tahun silam.

Kepada para mahasiswanya di Beijing, Jin mengatakan 15 menit setelah senjata elektromagnetik itu ditempatkan, musuhnya langsung sakit dan muntah.

"Mereka tidak bisa berdiri, jadi mereka memilih melarikan diri. Itulah cara kita berhasil merebut wilayah mereka," koar Jin.

Baca juga: Anak Buah Jokowi Panjang Lebar Ngomong Soal Protokol Kesehatan, Terdiam Saat Ditanya Pilkada Solo

Dia melanjutkan dikutip Daily Mail Selasa (17/11/2020), Beijing menggunakannya karena mereka dihadapkan pada pasukan khusus asal Tibet yang berpihak ke India.

Halaman
12
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved