Breaking News:

11 Ribu IRT di Indramayu Mau Dites HIV/AIDS, Antisipasi Penyebaran Makin Meluas

Pasalnya, penularan HIV/AIDS sekarang ini bisa menyasar siapa saja, termasuk ibu rumah tangga dan balitanya.

Via alodokter.com
Ilustrasi HIV 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - 11 ribu ibu rumah tangga atau IRT di Kabupaten Indramayu ditargetkan untuk diperiksa HIV/AIDS sampai akhir tahun 2020.

Tes ini guna mengurangi risiko penyebaran dan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Indramayu.

Kasubbag Kesos Bagian Kesra Setda Kabupaten Indramayu, Saefudin menyatakan, tes ini dinilai penting.

Pasalnya, penularan HIV/AIDS sekarang ini bisa menyasar siapa saja, termasuk ibu rumah tangga dan balitanya.

“Kasihan ibu rumah tangga yang tidak tahu menahu, tiba-tiba divonis positif. Begitu juga dengan balita. Sekarang ini sudah 70 balita di Jawa Barat yang positif tertular HIV/AIDS," ujar dia saat Pertemuan stakeholder dan promosi tes HIV pada ibu hamil di Pendopo Indramayu, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Indramayu, Dede menambahkan, tes ini penting dilakukan untuk mewujudkan 3 Zero AIDS (Zero New Infection, Zero AIDS Related Death, Zero Discriminatio).

"Kita menetapkan target tahun 2030 sebagai tahun 3 Zero," ujar dia.

Zero New Infection sendiri adalah tidak ada lagi penambahan kasus baru penularan HIV/AIDS.

Zero AIDS Related Death, tidak ada lagi kematian yang memiliki keterkaitan dengan HIV/AIDS.

Serta, Zero Discrimination merupakan upaya dengan tujuan tidak ada lagi perbedaan perlakuan yang diskriminatif terhadap pengidap HIV/AIDS.

"Sosialisasi kepada ibu hamil pun harus gencar dilakukan. Bagaimana membuat ibu hamil mau mengikuti tes HIV demi mengurangi angka penularan kepada balita," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved