Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Tidak Ada Pembahasan Soal Korupsi di Debat Pilkada Indramayu 2020, M Sholihin Mengaku Kecewa

Muhamad Sholihin mengatakan, materi korupsi adalah persoalan paling urgen di Kabupaten Indramayu.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pasangan calon bupati dan wakil bupati Indramayu Muhamad Sholihin-Ratnawati (Sholawat) saat menyambut rombongan tukang becak di posko pemenangan di Desa Jatibarang Baru, Kecamatan Jatibarang, Minggu (15/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Calon Bupati Indramayu nomor urut 1, Muhamad Sholihin mempertanyakan tidak adanya materi soal korupsi dalam debat kandidat yang digelar KPU Kabupaten Indramayu.

Debat tersebut rencananya akan digelar pada 22 November 2020 mendatang dengan mengusung tema "Akselerasi Pembangunan Melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur Serta Penghentian Penyebaran Covid-19".

"Ketika melihat tema, jujur saya kecewa. Temanya lebih kepada normatif. Seharusnya yang menjadi evaluasi kita adalah korupsi, ini kenapa tidak dimasukan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (17/11/2020).

Muhamad Sholihin mengatakan, materi korupsi adalah persoalan paling urgen di Kabupaten Indramayu.

Persoalan tersebut, dinilai dia, harus menjadi poin utama pembahasan dalam debat kandidat agar kedepan Kabupaten Indramayu bisa terbebas dari kasus korupsi.

Kasus-kasus sebelumnya yang pernah menimpa mantan Bupati Indramayu pun dinilai dia harus menjadi pembelajaran berharga. Para calon pemimpin Kabupaten Indramayu harus membenahi masalah tersebut.

Akibat kasus korupsi ini pula, disebutkan Muhamad Sholihin menjadi penyakit yang membuat pembangunan suatu daerah terhambat.

"Oleh karena itu saya sedikit menyayangkan tema debat hanya soal pembangunan pemberdayaan tetapi tidak ada tema korupsi," ujar dia.

Sementara itu, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas, dan SDM, KPU Kabupaten Indramayu, Dewi Nurmalasari mengatakan, tema yang dibuat dalam debat kandidat nanti sudah mencakup semua persoalan yang hari ini dihadapi Kabupaten Indramayu.

Hal tersebut dikarenakan debat kandidat dalam Pilkada Indramayu 2020 hanya akan berlangsung sekali putaran saja.

Meski demikian, ia tidak menyebut secara spesifik alasan isu korupsi tidak dimasuk dalam daftar materi.

"Persoalan korupsi, tentunya kalau kita inventarisir semua persoalan masuk, tetapi tentu di dalam penyusunan materi pertanyaan itu kan disusun oleh tim penyusun materi yang sudah di tunjuk oleh KPU," ujar dia.

"Dan nanti sesuai dengan kebutuhan segmen di dalam debat itu. Soal akan disesuaikan dengan segmen debat, sehingga kita juga tidak tahu nanti soal mana yang kemudian akan masuk di dalam segmen," lanjut Dewi Nurmalasari.

Dalam hal ini, KPU Kabupaten Indramayu, disampaikan Dewi Nurmalasari, berkomitmen memfasilitasi semua calon untuk bisa memaparkan ide dan gagasannya kepada publik melalui debat nanti.

"Nanti publik bisa melihat performa dari masing-masing paslon ini," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved