Breaking News:

Satgas Akui Adanya Penolakan Jenazah Pasien Covid-19 di Kabupaten Cirebon

Alex mengakui faktor utama penyebab munculnya penolakan semacam itu dikarenakan kurangnya sosialisasi.

Istimewa
Ilustrasi jenazah di kamar mayat 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Penolakan terhadap jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tampak masih terjadi di Kabupaten Cirebon.

Bahkan, hal itupun diakui Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon.

Namun, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Alex Suheryawan, menyebut, penolakan tersebut lebih kepada warga yang tidak menerima kerabatnya dikuburkan sesuai protokol Covid-19.

Ia menegaskan, penolakan itupun pada akhirnya urung dilakukan karena masyarakat mau menerimanya.

"Penolakan ada, beberapa kali terjadi, tapi pada akhirnya masyarakat tetap menerima untuk dikubur sesuai protokol Covid-19," kata Alex Suheryawan saat ditemui usai Rakor Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon bersama sejumlah instansi di Pendopo Bupati Cirebon, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Kamis (13/11/2020).

Alex mengakui faktor utama penyebab munculnya penolakan semacam itu dikarenakan kurangnya sosialisasi.

Karenanya, pihaknya bakal menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat Kabupaten Cirebon sehingga tidak ada lagi penolakan terhadap jenazah pasien Covid-19.

Menurut dia, SOP pemulasaraan dan penguburan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tidak seperti jenazah pada umumnya.

Namun, ia memastikan SOP itu telah sesuai syariat agama karena penyusunan mekanismenya mengacu pada fatwa MUI.

Halaman
123
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved