Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Akademisi Menilai KPU Indramayu Terlalu Terburu-buru Terapkan Rekapitulasi Digital di Pilkada Nanti

KPU terkesan terburu-buru untuk menerapkan aplikasi berbasis mobile tersebut tanpa memperhatikan sisi dampak yang akan terjadi kedepannya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Pengamat politik sekaligus akademis asal Kabupaten Indramayu, Hadi Santosa menilai KPU Indramayu terkesan terburu-buru untuk menerapkan aplikasi berbasis mobile. 

Hal ini seharusnya dijadikan pembelajaran.

"Soal update data, contohnya banyak data pemilih yang sudah meninggal dunia tapi masih masuk DPT. Lalu akuratif, antara kenyataan dan data tidak sama, jadi menurut saya, kualitas ini harus diperbaiki dahulu," ujar dia.

Jika persoalan itu tidak bisa diselesaikan, maka akan menimbulkan kecurigaan dari semua pihak.

Baca juga: Mantan Istri Ibnu Jamil Bongkar Persoalan Kekasih Baru Ririn Ekawati Itu: Misalnya Ibnu Pulang

Baca juga: Makin Lengket dengan Lesti Kejora, Rizky Billar Blak-blakan Sudah Siap Menikah: 75 Persen Siap

Kepada Tribuncirebon.com, Hadi Santosa mengatakan, teknologi bukan soal keren-kerenan.

Melainkan harus dilihat dari sisi pemanfaatannya.

Apakah menambah nilai lebih atau tidak.

Adapun untuk titik blank spot atau wilayah yang tidak tercover sinyal.

Menurutnya, Kabupaten Indramayu memang tidak terlalu terkendala.

Hanya saja ia, menyoroti soal kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), dengan persiapan yang mepet.

Hadi Santosa menilai potensi ketidak puasan dari para paslon pun nantinya akan sangat besar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved