Breaking News:

Pilkada Indramayu 2020

Akademisi Menilai KPU Indramayu Terlalu Terburu-buru Terapkan Rekapitulasi Digital di Pilkada Nanti

KPU terkesan terburu-buru untuk menerapkan aplikasi berbasis mobile tersebut tanpa memperhatikan sisi dampak yang akan terjadi kedepannya.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mumu Mujahidin
Handhika Rahman/Tribuncirebon.com
Pengamat politik sekaligus akademis asal Kabupaten Indramayu, Hadi Santosa menilai KPU Indramayu terkesan terburu-buru untuk menerapkan aplikasi berbasis mobile. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Penerapan aplikasi sistem rekapitulasi secara elektronik (Sirekap) yang bakal diterapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam Pilkada Indramayu 2020 banyak menuai tanggapan.

Salah satunya dari kalangan pengamat politik sekaligus akademisi asal Kabupaten Indramayu, Hadi Santosa.

Hadi Santosa mengatakan, KPU terkesan terburu-buru untuk menerapkan aplikasi berbasis mobile tersebut tanpa memperhatikan sisi dampak yang akan terjadi kedepannya.

"Pemilu ini adalah suatu hal yang sensitif ya menurut saya, karena ada kesalahan sedikit saja pasti akan terjadi keributan," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Kamis (12/11/2020).

Hadi Santosa menilai, sebaiknya KPU memperhatikan aspek dari dampak itu terlebih dahulu sebelum berinisiatif menerapkan sistem berbasis IT.

Ia menjelaskan, dalam penerapan sistem berbasis IT terdiri dari input, proses, dan output.

Termasuk di dalamnya harus memperhatikan sisi kualitas informasi itu sendiri, seperti update data dan akurasi data.

Hadi Santosa mencontohkan, di Pilkada Indramayu 2020 sempat ramai soal Daftar Pemilih Sementara (DPS) siluman beberapa waktu lalu.

Padahal, penyusunan tersebut masih dilakukan secara manual belum berbasis IT.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved