Kasihan, Burung Kuntul Berubah Menghitam Kena Oli yang Cemari Perairan di Karangsong Indramayu
Kawanan burung kuntul di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu berubah menjadi menghitam, Rabu (11/11/2020).
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Kawanan burung kuntul di perairan Karangsong, Kabupaten Indramayu berubah menjadi menghitam, Rabu (11/11/2020).
Menghitamnya burung yang identik dengan warna putih itu disebabkan oleh tercemarnya perairan di wilayah setempat.
Salah seorang nelayan, Darmin (37) mengatakan, burung-burung itu tidak sengaja saat mencari ikan mengenai limbah oli yang dibuang oleh perahu-perahu berukuran besar.
Baca juga: Bupati Karna Sobahi Dorong Dewan Pengupahan Majalengka Naikkan UMK Sebanyak 3 Persen
Baca juga: 29 Ribu Nelayan di Jawa Barat Tercover Asuransi, Jasa Raharja Putera: Paling Banyak dari Cirebon
Baca juga: Pakar Sebut Video Syur Mirip Gisel Bukan Rekayasa Digital, Nikita Mirzani Iba: Kepikiran Anaknya
Baca juga: Kisah Perjodohan, Tak Sempat Nikmati Pernikahan, Pria Ini Kaget Istri Masuk RSJ dan Dihamili Perawat
"Sebadan item semua, iya orang nyebur di oli, mungkin pas ada ikan di situ, nangkep, jadinya bulunya kena oli," ujar dia kepada Tribuncirebon.com.
Kejadian tersebut disampaikan Darmin, ia lihat pada pagi hari tadi.
Imbasnya, burung yang memiliki nama latin Ardeidae itu tak bisa terbang untuk sementara waktu.
Ia menepi di tumpukan sampah sampai menunggu sayapnya mengering dari oli.
Baca juga: Pertamina Sebut Ceceran Hitam yang Mencemari Pantai Indramayu Lebih Mirip Pelumas Bekas
Baca juga: Hasil Uji Laboratorium Ceceran Hitam Misterius di Pantai Indramayu Keluar, Bukan Minyak Mentah
Ironisnya, kejadian tersebut bukan hanya sekali dua kali terjadi.
Disampaikan Darmin, sudah banyak burung kuntul yang mengalami hal serupa bahkan hampir setiap hari terjadi.
Kondisi itu tentu mengancam keberlangsungan hidup burung kuntul yang berekosistem di Kawasan Hutan Mangrove Karangsong.
Padahal, burung-burung itu baru kembali bermunculan seiring mulai pemulihan kawasan ekosistem hutan mangrove sejak tahun 2008 lalu.
Baca juga: Habib Rizieq Shihab Pulang, Ridwan Kamil Pertimbangkan Bertemu Imam Besar FPI, Berani Bilang Begini
Baca juga: Isu Pemekaran di Sejumlah Daerah, Bupati: Majalengka akan Tetap menjadi Kabupaten Majalengka
Selain burung kuntul, tercemarnya Perairan Karangsong Indramayu pun mengancam ekosistem ikan di sana.
Darmin menilai, harus ada kesadaran lebih dari para juragan perahu besar untuk tidak lagi membuang oli di laut secara sembarang.
Kondisi perairan yang sudah tercemar seharusnya menjadi perhatian lebih.
"Yang sering buang oli perahu-perahu besar, kalau yang kecil mah enggak, dari pada dibuang mending buat olesin As perahu," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/cirebon/foto/bank/originals/burung-kuntul12.jpg)