Breaking News:

Habib Rizieq Shihab Pulang

Fadli Zon Bilang Ada Invisible Hand yang Bikin Habib Rizieq Shihab Baru Bisa Pulang Hari Ini

Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab disambut meriah sejumlah umat muslim

Repro/KompasTV
Fadli Zon saat ditemui wartawan di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/7/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab disambut meriah sejumlah umat muslim dari berbagai Ormas Islam di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng). 

Tiba sekitar pukul 08.30 WIB setelah menempuh perjalanan Jeddah - Tangerang menggunakan Maskapai Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV816. Rombongan Habib Rizieq Shihab langsung bertolak menuju kediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat.

Menanggapi kepulangan Habib Rizieq Shihab, anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon pun mengucapkan selamat datang kepada Habib Rizieq Shihab ab dan keluarga, yang telah kembali dan tiba di tanah air dengan lancar dan selamat.

Bahkan menurutnya, keinginan untuk pulang dari Habib Rizieq sebenarnya sudah sejak beberapa tahun lalu, namun beberapa kendala pun terjadi, sehingga Ia harus mengurungkan niatnya untuk pulang.

Baca juga: Ketua KPK Ungkap KPK Akan Tahan Dua Kepala Daerah, Hari Ini Bupati Bandung Barat Diperiksa KPK

"Bagi saya, Habib Rizieq adalah salah seorang tokoh ulama yang saya kenal baik dan beberapa kali kami bertemu, termasuk saat saya di Mekkah. Sebenarnya, keinginannya beliau untuk kembali ke tanah air itu sudah sejak beberapa waktu lalu, jadi bukannya tidak mau pulang, tapi ingin sekali, tapi karena ada invisible hand yang saya tidak tahu siapa, sehingga Ia tidak bisa pulang," ujarnya saat ditemui usai menghadiri kegiatan Kongres Sunda di Jalan Garut, Kota Bandung, Selasa (10/11/2020).

Fadli menuturkan, sepengetahuannya, perlakuan pemerintah dan masyarakat di Arab Saudi terhadap Habib Rizieq selama menetap disana sangat baik.

Maka sebenarnya, dirinya tidak memiliki masalah apapun dengan otoritas pemerintah setempat.

"Bahkan pernah beberapa kali, dimana Habib Rizieq dan keluarga akan kembali ke Indonesia dan sudah membeli tiket penerbangan, namun setelah di bagian imigrasi, ternyata keluarganya boleh (melanjutkan perjalanan), tapi Habib Rizieq nya yang tidak boleh keluar dari Arab Saudi, kondisi itu benar terjadi, dan ada beberapa kejadian lainnya yang mengakibatkan Ia tidak bisa pulang," ucapnya.

Fadli menambahkan, kepulangan Habib Rizieq ke tanah air dengan selamat merupakan sebuah kabar gembira bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat muslim, terbukti dengan jutaan umat muslim dari berbagai daerah yang datang ke Bandara Cengkareng untuk menyambut langsung kedatangannya.

Hal ini pun sudah menjadi keharusan, dimana semestinya Ia diperlukan secara adil dan proporsional, sehingga tidak boleh ada upaya-upaya kriminalisasi bagi ulama dan lainnya.

Baca juga: Guru Bantu di Garut Tak Diberi Honor 11 Bulan, Pengamat Sebut Pelanggaran Administrasi Pemerintah

"Kepulangannya ke tanah air dengan lancar ini, karena memang sudah tidak ada malah yang mengikatnya, dimana kasus-kasus yang menimpanya pun sudah di SP3, apalagi kasus-kasus itu kental sekali dengan pertarungan politik pada konteks waktu itu," ujar Politisi Gerindra tersebut.

Fadli pun menegaskan keinginannya untuk dapat kembali bersilaturahmi dengan Habib Rizieq setelah kepulangan ke tanah air, meski belum diketahui kapan waktu dan lokasi pertemuan tersebut, namun hal tersebut akan dilaksanakan segera, setelah semua agenda penting dari Habib Rizieq dilaksanakan.

"Tentu saja, kita akan bersilaturahmi kepada beliau, mungkin setelah agenda penting beliau agak longgar," ucapnya.

Disinggung mengenai jadwal kepulangan Habib Rizieq bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pahlawan, dan harapan sekelompok masyarakat agar Habib Rizieq mampu menjadi pahlawan nasionaldengan melakukan revolusi akhlak terhadap kondisi pemerintah saat ini.

Menurutnya, pemaknaan atribusi pahlawan nasional, merupakan seseorang secara fisik yang telah berjasa dan berjuang atau mempertahankan untuk kemerdekaan negara di masa lampau. 

Maka, bila konteks tersebut, dibawa ke zaman saat ini menjadi kurang tepat di sematkan sebagai pahlawan nasional, kecuali, pada bidang-bidang tertentu, misalnya berjasa di bidang olahraga, maka bisa di sebut pahlawan olahraga, begitu juga dengan pahlawan di bidang kebudayaan, kesenian, dan sebagainya. 

Baca juga: Segera Nikahi Najwa Shihab, Calon Menantu Habib Rizieq Rupanya Orang Besar, Terungkap dari Namanya

"Jadi kalau menurut saya, pahlawan nasional itu mereka yang berjuang pada waktu itu,  misalnya Pak Harto (Soeharto/Presiden RI Ke-2),  sangat pantas di sematkan atribut pahlawan, karena beliau telah banyak berjasa bagi bangsa dengan memimpin pasukan untuk melakukan sejumlah operasi merebut kemerdekaan. Kalau untuk Habib Rizieq, mungkin sikap dan nilai-nilai perjuangan  amar makruf nahi mungkarnya dalam melawan ketidakadilan dan kedzholiman. Dan nilai-nilai ini yang diwariskan dari sikap-sikap kepahlawanan, dan inilah yang seharusnya kita ambil dan tiru dari nilai, jiwa, dan semangatnya sebagai generasi penerus bangsa saat ini," katanya.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved