Breaking News:

KBM Tatap Muka di SMAN Tanjungkerta Sumedang Diawasi CCTV, Kalau Ada yang Melanggar Ketahuan

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMAN Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang dipantau Closed Circuit Television

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribunnews/JEPRIMA
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMAN Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang dipantau Closed Circuit Television. Foto ilustrasi saat sejumlah siswa mencuci tangan dengan sabun sebelum mengikuti uji coba kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di SMPN 2 Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SMAN Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang dipantau Closed Circuit Television (CCTV) supaya jika ada siswa yang tidak menerapkan protokol kesehatan bisa terpantau.

Berdasarkan pantauan Tribun, Senin (9/11/2020), layar monitor CCTV yang berada dekat ruangan kepala sekolah itu bisa digunakan untuk memantau secara langsung KBM tatap muka di setiap kelas.

Proses KBM tatap muka di setiap kelas itu dimulai sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 11.30 WIB. Sehingga, jika ada siswa yang tidak menerapkan protokol kesehatan saat belajar di kelas bisa terlihat dengan jelas.

Baca juga: Kumpulan Ucapan Hari Pahlawan 2020, Ayo Bagikan Kepada Para Pahlawan Covid-19 di Sekitar Anda

Baca juga: Akbar Pemulung Viral yang Baca Alquran Saat Berteduh Diajak Umrah Sykeh Ali Jaber

Baca juga: Tanda-tanda Pasangan Anda Sedang Selingkuh, Curigai Jika Pasangan Sudah Lakukan Hal-hal Ini

Baca juga: Doa Terbebas dari Utang, Cobalah Baca Doa Ini, Mudah-mudahan Allah SWT Permudah Anda untuk Melunasi

Kepala SMAN Tanjungkerta, Jajat Sudrajat, mengatakan, CCTV yang dipasang di setiap kelas itu untuk memantau aktivitas siswa saat jam-jam rawan terjadi kerumunan, terutama saat mereka berada di kelasnya masing-masing.

"Seperti pergantian jam pelajaran dan pergantian guru. Jadi, mereka itu dipantau di ruang monitor," ujarnya saat ditemui di SMAN Tanjungkerta, Senin (9/11/2020).

Dengan cara seperti itu, kata Jajat, semua aktivitas para siswa saat berada di dalam kelas bisa terpantau dengan baik oleh guru-guru yang yang sedang piket.

Ia mengatakan, jika ada siswa yang terekam dalam CCTV melanggar protokol kesehatan, seperti berkerumun hingga bersentuhan dengan siswa lain, maka guru piket akan langsung mendatangi untuk memberikan teguran.

"Guru piket akan mendatangi ke kelas dan mereka (siswa) akan mendapatkan tindakan sesuai aturan yang berlaku," kata Jajat.

Menurutnya, CCTV tersebut sangat penting dilakukan karena jika tidak seperti itu, para siswa ada kemungkinan bisa mengabaikan protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved