Breaking News:

Mendagri Tito Ancam Pecat Praja IPDN yang Terlibat Kekerasan, 'Anak Siapapun Juga Pecat, Pidanakan'

Jika masih tetap ada praja yang melakukan kekerasan, maka pemecatan dan proses hukum akan dilakukan.

Editor: Machmud Mubarok
TribunCirebon.com/Ahmad Ripai
Mendagri M Tito Karnavian saat meluncurkan Gerakan Sejuta Masker di Pendopo Kuningan, Sabtu (15/8/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian kembali mengingatkan agar jangan lagi ada budaya kekerasan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri ( IPDN).

Jika masih tetap ada praja yang melakukan kekerasan, maka pemecatan dan proses hukum akan dilakukan.

"Saya tidak akan segan-segan kalau mendengar ada kekerasan. Pecat, pidanakan!" ujar Tito saat memberikan kuliah umum bagi para praja IPDN yang ditayangkan secara daring, Sabtu (7/11/2020).

Baca juga: Partai Masyumi Baru Dideklarasikan, Habib Rizieq, Ustaz Abdul Somad, dan Amien Rais Diajak Bergabung

Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Rp 300 Ribu Cair November Ini, Khusus untuk 9 Juta Keluarga Penerima Manfaat

Baca juga: Pagi Masih Follow, Siang Gisel Disebut Unfollow Akun IG Adhietya Mukti, Persepsi Netizen Makin Liar

Baca juga: Video Wikwik Mirip Gisel Kekasih Wijin Beredar, Kuasa Hukum: Nanti Dulu ya, Dia Masih di Luar Kota

"Jangan meninggalkan legacy, warisan yang buruk kepada junior. Ada yang ngumpet-ngumpet di kamar mandi, di gedung manggil junior kemudian nanti di tempat pesiar ngumpul gebuk-gebukin juniornya," ia melanjutkan.

Tito tidak akan pandang bulu dalam melakukan penindakan. "Kalau kedengaran, itu saya akan perintahkan kepada Pak Rektor untuk pecat. Anak siapapun juga pecat dan laporkan kepada polisi, pidanakan," tegas mantan Kapolri itu.

Menurut Tito, praja yang baru dilantik akan dibentuk menjadi manusia yang mendekati paripurna. Artinya memiliki kemampuan intelektual yang baik dengan ilmu-ilmu dasar, termasuk core bisnisnya adalah ilmu pemerintahan.

"Kemudian diperkuat dengan jasmani dan kesehatan yang baik dan yang ketiga dilengkapi dengan moralitas dan mentalitas yang baik," ujarnya.

Tito menekankan, intelektual tanpa moralitas yang baik, meskipun kesehatan jasmani baik, bisa keluar dari IPDN.

Tito paham betul kehidupan sebagai taruna yang keras dan sangat disiplin. Pasalnya, ia juga pernah menjadi taruna di Akademi Kepolisian.

"Yang pasti kekerasan yang dilakukan di mana-mana tujuannya cuma satu saja hanya untuk membalas dendam. Kalau ada yang mengatakan bahwa kekerasan itu dalam rangka untuk membina supaya lebih disiplin, itu omong kosong," tuturnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved