Breaking News:

Puluhan Guru SD dan PAUD di Karangpawitan Garut Positif Covid-19, Tertular dari Guru yang Sakit

Dari penelusuran, ada 13 guru yang pernah kontak dengan pasien tersebut. Semua guru SD itu pun langsung dilakukan isolasi.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksan

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Sebanyak 20 guru yang bertugas di Kecamatan Karangpawitan terpapar Covid-19. Puluhan guru itu mengajar di PAUD dan SD.

Ke 20 guru itu terpapar dari klaster yang berbeda. Ada 14 guru SD dan enam guru PAUD yang positif Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Garut, dr Leli Yuliani, mengatakan ke 14 guru SD ini positif Covid-19 seusai salah seorang guru diketahui sakit. Setelah diswab test, guru itu dinyatakan positif.

Baca juga: Viral! Dua Orang Diduga Petugas Kebersihan di Majalengka Buang Sampah di Sungai, Netizen: Kok Bisa?

Baca juga: Tingkat Kematian Pasien Covid-19 di Majalengka Lebih Tinggi dari Nasional, Ini Penyebabnya

Baca juga: Teddy Mengamuk, Berkas Warisan Lina Sudah Diambil Putri Delina Secara Diam-diam, Putri Ogah Ketemuan

Baca juga: Bupati KBB Murka Lihat Isi Kulkas Dirut RSUD Cikalong Wetan Penuh Cemilan, tapi Karyawan Gak Digaji

"Tim lalu melakukan tracing dan tracking ke guru lain yang pernah kontak. Soalnya pasien ini pernah kontak dengan guru lain saat piket," ujar Leli, Jumat (6/11/2020).

Dari penelusuran, ada 13 guru yang pernah kontak dengan pasien tersebut. Semua guru SD itu pun langsung dilakukan isolasi.

"Mereka saat ini sedang menjalani isolasi mandiri. Semua guru yang dinyatakan positif Covid-19 ini tanpa gejala, jadi tidak ada penyakit penyertanya,” katanya.

Sedangkan untuk guru PAUD yang terpapar, setelah mengikuti salah satu kegiatan. Sebelum kegiatan dimulai, para peserta diwajibkan melakukan rapid test. Hasilnya keenam orang itu reaktif.

Mereka kemudian melakukan swab test dan diketahui jika keenam guru PAUD ini positif Covid-19.

"Semua guru PAUD yang dinyatakan positif Covid-19 ini juga sekarang menjalani isolasi dan mereka juga tanpa gejala,” ungkapnya.

Meski puluhan guru dinyatakan positif Covid-19, ia memastikan bahwa tidak ada siswa yang ikut terpapar. Walau status mereka sebagai guru, namun kegiatan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Garut hingga saat ini belum dilaksanakan.

“Jadi para guru ini memang tidak pernah melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka. Jadi dipastikan tidak ada siswa yang terpapar," ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved