Breaking News:

Antisipasi Fenomena La Nina, Pemkab Majalengka Gelar Apel Siaga Penanggulangan Bencana

Karna menegaskan, dalam menghadapi La Nina ini agar melakukan beberapa upaya yang harus dilakukan.

Eki Yulianto/ Tribuncirebon.com
Pemda Majalengka bersama dengan TNI-Polri menyelenggarakan apel Siaga Penanggulangan Bencana, bertempat di Lapangan Tenis Setda Majalengka, Jumat (06/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Dalam upaya kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Kabupaten Majalengka, Pemkab Majalengka bersama dengan TNI-Polri menyelenggarakan apel Siaga Penanggulangan Bencana, bertempat di Lapangan Tenis Setda Majalengka, Jumat (06/11/2020).

Upacara berjalan khidmat diikuti oleh pasukan Kodim 0617 Majalengka, Yonif 321 Raider GT, Lanud S Sukani, BPBD, Polres Majalengka, Satpol PP, Dishub Tagana, Linmas, Pemadam Kebakaran dan Polisi Kehutanan, Puskesmas.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi yang sekaligus pimpin kegiatan tersebut mengatakan dengan kondisi sekarang sudah memasuki musim penghujan.

Oleh karena itu, sebagai upaya mewaspadai musim hujan disertai dengan fenomena La Nina, Presiden RI memerintahkan Kepala Daerah untuk menyusun kebijakan mitigasi potensi bencana hidro meteorologi.

Dengan tata kelolanya disesuaikan dengan protokol kesehatan.

Selain itu, optimalisasi sungai, kanal dan saluran air patut dilakukan.

"Apel kesiapsiagaan ini adalah sebagai bentuk upaya Pemda beserta unsur TNI-Polri dan stakeholder terkait dalam melakukan koordinasi kesiapsiagaan dalam menghadapi La Nina ataupun bencana alam lainnya," ujar Karna, Jumat (6/11/2020).

Karna menegaskan, dalam menghadapi La Nina ini agar melakukan beberapa upaya yang harus dilakukan.

Di antaranya, sosialisasi di daerah rawan banjir, memastikan para camat, desa atau kelurahan melakukan upaya kesiapsiagaan di daerahnya masing-masing.

Serta, berkoordinasi memastikan setiap SKPD terkait agar mempersiapkan sumberdaya guna mendukung kesiapsiagaan tersebut.

Fenomena La Nina sendiri diketahui merupakan fenomena iklim global yang ditandai dengan adanya anomali suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah ekuator.

Baca juga: Minuman Berbahaya Bagi Penderita Diabetes, Tak Boleh Diminum dapat Tingkatkan Kadar Gula Darah

Di lokasi tersebut, suhu muka air laut lebih dingin dari biasanya.

"Selanjutnya sesuai dengan arahan Gubernur yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 360/4707/BPBD tanggal 23 Oktober 2020 kita diminta untuk melakukan pemantauan secara cermat dan berkelanjutan untuk mengetahui situasi terkini terhadap perkembangan informasi cuaca atau peringatan dini dari BMKG," jelas dia.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved