Breaking News:

57 Santri Positif Covid-19, Ponpes Al Bayan Sukabumi Hentikan Aktivitas Belajar Mengajar Tatap Muka

Pondok Pesantren (Ponpes) Unggul Al Bayan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membenarkan 57 santri putranya terkonfirmasi positif

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin
Petugas saat semprotkan disinfektan di Ponpes Al Bayan Cibadak, Sukabumi, Jumat (6/11/2020) 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Pihak Pondok Pesantren (Ponpes) Unggul Al Bayan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat membenarkan 57 santri putranya terkonfirmasi positif Covid-19.

Pimpinan Pesantren Unggul Albayan KH Heriyanto mengatakan, sejak awal pandemi, pihaknya telah membentuk Tim Satgas Covid-19 yang bertugas menyusun dan menerapkan langkah-langkah mitigasi dengan mengacu pada protokol penanganan Covid-19 yang diterbitkan oleh pemerintah.

"Kami berdoa semoga ananda yang terkonfirmasi tersebut segera sembuh dan dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala. Kami juga melakukan monitoring dan mengambil langkah lebih lanjut yang diperlukan sesuai dengan perkembangan situasi yang terjadi," ujarnya, Jumat (6/11/2020).

Baca juga: Teddy Mengamuk, Berkas Warisan Lina Sudah Diambil Putri Delina Secara Diam-diam, Putri Ogah Ketemuan

Baca juga: Bupati KBB Murka Lihat Isi Kulkas Dirut RSUD Cikalong Wetan Penuh Cemilan, tapi Karyawan Gak Digaji

Baca juga: Mahasiswi Unwir Indramayu Jadi Miliarder dari Bisnis Kos-kosan, Pernah Didatangi Banyak Preman

Baca juga: Berkah Baca Al Quran Sambil Berteduh, Akbar Bakal Dilantik Dedi Mulyadi Jadi Direktur Bank Sampah

Sedikitnya, ada 10 langkah pencegahan yang telah dilakukan Ponpes Unggul Al Bayan, yaitu:

1. Memastikan ketersedian fasiltas cuci tangan di berbagai tempat di lokasi sekolah dan asrama

2. Memastikan ketersediaan fasilitas pengukur suhu dan melakukan pengaturan jaga jarak di berbagai fasilitas sekolah/asrama

3. Memastikan bahwa seluruh guru dan karyawan dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif sebelum awal proses tatap muka / kedatangan santri pertama kali ke asrama.

4. Memastikan bahwa seluruh santri yang datang pada saat awal pertama kali dilakukan rapid test dan hanya non reaktif yang dapat mengikuti proses belajr tatap muka

5. Melakukan pengecekan suhu kepada setiap orang yang masuk lingkungan sekolah/asrama

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved