Breaking News:

Sandiaga Uno Minta Industri Pengolahan Kulit Sukaregang Peroleh Insentif dari Pemerintah

Sandiaga menyebut, bisnis pengolahan kulit di Garut adalah salah satu industri yang dapat menampung banyak lapangan kerja.

Tribunjabar.id/Firman Wijaksana
Sandiaga Uno bersama pihak PT Garut Makmur Perkasa menunjukan produk bahan baku kulit, Kamis (5/11/2020). Di awal pandemi, produk kulit sempat mengalami keterpurukan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Pengusaha nasional, Sandiaga Uno menyambangi industri pengolahan kulit di Sukaregang, Kecamatan Garut Kota.

Kedatangan Sandiaga untuk memberi dukungan kepada pelaku usaha untuk bertahan di tengan pandemi Covid-19.

Sandiaga menyebut, bisnis pengolahan kulit di Garut adalah salah satu industri yang dapat menampung banyak lapangan kerja.

Baca juga: Pria Minum Darah Segar Mantan Istri Seusai Membacok hingga Tewas, Begini Kronologisnya

Baca juga: Bupati KBB Murka Lihat Isi Kulkas Dirut RSUD Cikalong Wetan Penuh Cemilan, tapi Karyawan Gak Digaji

Baca juga: Mahasiswi Unwir Indramayu Jadi Miliarder dari Bisnis Kos-kosan, Pernah Didatangi Banyak Preman

Baca juga: Seekor Babi di Majalengka Dipukuli Warga hingga Mati, Sempat Bikin Resah dan Ganggu Warga di Kebun

"Industri ini harus terus didukung. Apalagi produknya sudah memiliki kualitas internasional. Tidak kalah dengan produk luar," ujar Sandiaga saat mengunjungi PT Garut Makmur Perkasa di Jalan Sudirman, Kecamatan Garut Kota, Kamis (5/11/2020).

Mantan calon wakil presiden itu mengatakan pengolahan kulit di Garut harus mendapat insentif dari pemerintah, baik dari sisi kebijakan maupun keringanan fiskal.

"Dengan begitu, industri kulit bisa tetap bertahan di tengah pandemi. Jika tidak ada perhatian, akan banyak karyawan kehilangan pekerjaan," katanya.

Menurutnya, pemerintah perlu memberi insentif kepada para pelaku usaha, terutama untuk usaha mikro. Sedangkan untuk industri besar, harus diberikan kemudahan cash flow agar likuiditas perusahaan mereka lancar.

Peran masyarakat juga sangat penting untuk membeli produk lokal. Sebab, masih banyak masyarakat yang menganggap produk lokal kalah secara kualitas dari produk luar negeri.

Wakil Direktur PT Garut Makmur Perkasa, Indrawan mengatakan, perusahaannya juga terdampak Covid-19. Dampak itu sangat terasa ketika awal pandemi terjadi.

"Februari sampai Juni penjualan mengalami penurunan. Bahkan pada Maret kita sama sekali tak bisa menjual produk," kata Indrawan.

Penjualan mulai meningkat setelah hari raya Idulfitri. Saat ini, operasional perusahaannya sudah berjalan 80 persen dari kondisi normal.

"Sekarang kami dapat banyak order untuk bahan sepatu TNI. Kami harap pandemi ini segera berakhir biar sektor ekonomi kembali bergeliat," ucapnya.

Kebijakan yang diambil pemerintah selama pandemi Covid-19 kepada para pelaku usaha sudah cukup baik. Namun masih terdapat catatan bagi pemerintah untuk mendukung perkembangan industri kulit. (*)

Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved