Breaking News:

Virus Corona di Indramayu

Rekan Nakes yang Meninggal Akibat Covid-19 Masih Trauma, Pjs Bupati Indramayu Lakukan Hal Ini

Di Kabupaten Indramayu sendiri, sejak awal Covid-19 mewabah sampai dengan sekarang, tercatat sudah ada sebanyak 21 orang meninggal dunia.

Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Pjs Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono saat melakukan kunjungan di Puskesmas Kiajatan Wetan, Selasa (3/11/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pjs Bupati Indramayu, Bambang Tirtoyuliono memberikan motivasi kepada para tenaga kesehatan dalam menangani pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih melanda.

Di Kabupaten Indramayu sendiri, sejak awal Covid-19 mewabah sampai dengan sekarang, tercatat sudah ada sebanyak 21 orang meninggal dunia.

Kabar buruknya, satu di antara 21 pasien meninggal dunia itu merupakan seorang tenaga kesehatan.

Baca juga: Nikita Mirzani Ngaku Pernah Punya Pria Simpanan, Nyai: Gue Suka Banget Belanjain Cowok

Nakes tersebut meninggal dunia pada Selasa (27/10/2020) pukul 06.30 WIB lalu.

"Kami sangat kehilangan, dan kejadian ini kami harap menjadi yang terakhir di Kabupaten Indramayu. Para tenaga kesehatan harus tetap fight untuk sama-sama melawan Covid-19 ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (4/11/2020).

Kemarin, Bambang Tirtoyuliono bahkan menyempatkan diri melakukan kunjungan ke Puskesmas Kiajaran Wetan, tempat nakes yang meninggal dunia akibat Covid-19 itu bertugas.

Di sana ia mengakui, banyak dari rekan sesama kerja nakes yang meninggal dunia itu merasa terpukul dan down. Kepada Bambang Tirtoyuliono mereka juga curhat dan mengaku trauma.

Baca juga: Curhat Tenaga Medis di RSUD Cikalong Wetan Belum Digaji, Ogah Mogok Kerja Karena Pentingkan Pasien

"Pada kesempatan itu kita ingin mengembalikan mental para pegawai Puskesmas agar dapat memberikan pelayanan kepada publik," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara menambahkan, atas meninggalnya nakes tersebut pemerintah bakal memberikan santunan kepada ahli waris.

Santunan tersebut sebesar Rp 300 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: SOSOK Jenderal Polisi Raden Said Soekanto, Kapolri Pertama yang Bakal Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Hal ini sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) RI Nomor HK.01.07/Menkes/2539/2020 tentang pemberian insentif dan tunjangan kematian bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19.

"Kami akan ajukan santunannya bagi nakes yang meninggal tersebut. Sesuai KMK santunan tersebut sebesar Rp 300 juta," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved