Breaking News:

Disdik Kabupaten Cirebon Akui Sekolah Harus Penuhi Sejumlah Persyaratan Sebelum Gelar KBM Tatap Muka

pihak sekolah harus memberitahu jajaran muspika sebelum melaksanakan KBM tatap muka.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok
Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Ilustrasi - KBM Tatap Muka di salah satu sekolah di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Disdik Kabupaten Cirebon mengizinkan SMP yang berada di zona biru dan hijau menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Namun, sebelum melaksanakan KBM tatap muka, pihak sekolah harus memenuhi sejumlah persyaratan.

Kabid SMP Disdik Kabupaten Cirebon, Amin, mengatakan, persyaratan utama ialah sekolah tersebut diizinkan menggelar KBM tatap muka oleh muspika setempat.

Menurut dia, pihak sekolah harus memberitahu jajaran muspika sebelum melaksanakan KBM tatap muka.

"Nanti muspika akan merapatkannya, semua diundang dari mulai polsek, koramil, puskesmas, kecamatan, desa, dan komite sekolah," ujar Amin kepada Tribuncirebon.com, Selasa (3/11/2020).

Ia mengatakan, jika rapat tersebut memutuskan memberi izin, pihak SMP dapat menggelar KBM tatap muka.

Selanjutnya pihak sekolah pun langsung menyiapkan segala sesuatunya untuk memulai KBM tatap muka.

Baca juga: Harga HP Oppo Terbaru November 2020: Lengkap Mulai Oppo Reno4, Oppo A53, Oppo A92, Oppo A1K

Baca juga: Aksi Brutal Berandalan Motor di Sumedang, Pemilik Bengkel Disamurai Hanya Karena Tanya Mau ke Mana?

Baca juga: Bocoran Penerimaan CPNS 2021, Formasi Lebih Banyak Dibanding CPNS 2019, Segera Siapkan Diri Anda

Termasuk menyediakan berbagai fasilitas penunjang protokol kesehatan, dari mulai wastafel, hand sanitizer, thermal gun, dan lainnya.

"Kalau sudah siap semuanya, KBM tatap muka bisa dimulai," kata Amin.

Amin menegaskan hal ini hanyalah pemberian izin bagi sekolah yang siap, bukan mewajibkan untuk menggelar KBM tatap muka.

Pasalnya, digelarnya KBM tatap muka bergantung pada kesiapan masing-masing sekolah.

Ia menyampaikan, di Kabupaten Cirebon sendiri terdapat 80 SMP negeri, lima SMP satu atap, dan 118 SMP swasta.

"Kuncinya ada pada kesiapan setiap SMP, dan wilayah kecamatannya harus masuk zona biru atau hijau," ujar Amin. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved