Breaking News:

Dana Desa Tahap 3 Bisa Dipakai, Kadis DPMD Majalengka: BLT Prioritas, Besaran Jadi Rp 300 Ribu

Masing-masing penerima bantuan BLT untuk masyarakat yang terdampak juga, tidak lagi sebesar Rp 600 ribu, melainkan Rp300 ribu.

Eki Yulianto/Tribuncirebon.com
Kepala DPMD Majalengka, Umar Ma'ruf 

"Itu karena kesediaan dana terakhir di masing-masing desa. Calon penerima juga di Musdeskan terlebih dahulu terkait daftar penerimanya," ucapnya.

Jika BLT masih ada sisa, maka Pemerintah Desa (Pemdes) bisa menganggarkan untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

Pada regulasi sebelumnya, setelah status pandemi, anggaran DD juga digunakan untuk pembelian masker, alat pengukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan kebutuhan lain yang diperlukan dalam penanganan Covid-19.

"Tapi kalau memang masih ada, ya prioritaskan untuk masyarakat, semua harus rata terbagi," jelas dia.

Ia pun mengakui, setiap desa sudah menggunakannya sesuai kebutuhan eskalasi perkembangan di daerahnya masing-masing serta patuh pada ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara, kriteria yang berhak mendapat BLT, yakni kelompok miskin, kehilangan pendapatan akibat Covid-19, belum mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), belum mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan belum mendapatkan Kartu Pra Kerja.

"Anggaran DD Kabupaten Majalengka awalnya mencapai Rp 395 miliar untuk 330 desa. Namun karena di Refocusing sehingga mencapai Rp391 miliar. Pencairanya dilakukan dalam tiga tahapan, yakni pertama 40 persen, kedua 40 persen dan ketiga 20 persen," kata Umar.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved