Breaking News:

114 Santri di Garut Dipulangkan Setelah Sembuh dari Covid-19, Pesantren Pun Ditutup Sementara

Sebanyak 114 orang santri salah satu pesantren di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut yang terpapar Covid-19 telah dipulangkan.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Firman Wijaksana
Ilustrasi - Enam pasien positif Covid-19 di RSUD dr Slamet Garut dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang, Selasa (19/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON,COM, GARUT - Sebanyak 114 orang santri salah satu pesantren di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut yang terpapar Covid-19 telah dipulangkan.

Sejak pekan lalu, puluhan santri tersebut harus menjalani isolasi karena dinyatakan positif virus corona.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr Leli Yuliani, mengatakan, pada hari Senin (2/11/2020) sebanyak 80 santri yang menjalani isolasi tahap awal sudah dinyatakan sehat dan telah kembali pulang.

Baca juga: Aksi Brutal Berandalan Motor di Sumedang, Pemilik Bengkel Disamurai Hanya Karena Tanya Mau ke Mana?

Baca juga: Harga HP Oppo Terbaru November 2020: Lengkap Mulai Oppo Reno4, Oppo A53, Oppo A92, Oppo A1K

Baca juga: Bacaan Sholawat Nabi yang Dipakai Ustaz Ujang Bustomi Mengusir Setan Engklek dan Setan Belek

Para santri itu sempat menjalani isolasi di Klinik Medina, Kecamatan Wanaraja selama 10 hari.

"Para santri ini sebelum dipulangkan sudah lakukan rontgen dan cek lab karena mereka ini OTG (orang tanpa gejala). Swab test hanya dilakukan di awal saja," ujar Leli saat dihubungi, Selasa (3/11/2020).

Hasil rontgen dan uji laboratorium ke 80 santri pun dinyatakan sehat. Sebanyak 80 santri itu merupakan kelompok pertama dari pesantren yang terpapar.

Hari ini, sebanyak 34 santri lainnya yang menjalani isolasi tahap kedua juga sudah dinyatakan sehat dan bisa pulang. Dengan banyaknya santri yang terpapar, Leli berharap agar pesantren mengetatkan penerapan protokol kesehatan di lingkungannya.

"Tak hanya untuk pesantren saja, tapi untuk semua kalangan masyarakat. Semuanya harus menerapkan protokol kesehatan," katanya.

Jubir pesantren, Nasrul Fuad, mengatakan total ada 163 orang yang positif Covid-19 di pesantrennya. Terdiri dari para pengurus pesantren dan santri. Hingga kini, sebanyak 114 santri telah dinyatakan sehat dan selesai menjalani masa isolasi.

"Alhamdulillah selesai isolasi sebanyak 114 santri. Kemarin 80 orang, sekarang 34 santri sudah pulang," kata Nasrul.

Para santri yang selesai menjalani isolasi kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Hasil tracing dan tracking ke keluarga santri pun tak ditemukan kasus Covid-19.

Menurut Nasrul, para santri putra pada Jumat pekan lalu yang menjalani karantina selama 10 hari di pesantren juga sudah dipulangkan ke orang tuanya. Sementara masa karantina santri putri, baru berakhir pada Rabu (4/11/2020).

"Santri putra yang negatif dan selesai masa karantina sudah pulang. Tinggal santri putri yang besok selesai masa karantinanya dan akan dipulangkan dulu," katanya.

Nasrul menyebut, pihak pesantren memutuskan untuk menghentikan kegiatan sementara. Semua santri baik yang sempat terpapar atau tidak akan dikembalikan ke orang tuanya terlebih dulu.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved