VIDEO - Pipa Gas Bawah Tanah di Indramayu Bocor, Warga Ketakutan Khawatir Meledak
Pipa gas bawah tanah milik PT Pertamina Gas (Pertagas) mengalami kebocoran di Desa Limbangan
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Pipa gas bawah tanah milik PT Pertamina Gas (Pertagas) mengalami kebocoran di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Bocornya pipa gas bawah tanah itu baru diketahui warga pada Minggu (1/11/2020) pukul 00.30 WIB dini hari.
Salah seorang warga, Andreyanto (19) mengatakan, bocornya pipa itu menyemburkan gas dan air.
Dari tanah muncul gelubukan air dengan suara keras disertai bau gas yang sangat menyengat.
"Kalau kronologinya saya kurang tahu, tapi saya cuma tahu kejadian awalnya doang, itu nyembur dari bawah tanah pas malam Minggu, kurang lebih jam setengah 1 dini hari," ujar dia kepada Tribuncirebon.com saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (2/11/2020).
Andreyanto menceritakan, beruntung saat itu cuaca tengah hujan. Sehingga bocornya pipa bisa terlihat dari genangan air.
Warga setempat pun mengaku sangat ketakutan, mereka mengkhawatirkan akibat bocornya pipa gas tersebut menimbulkan kebakaran.
Mengingat, lokasi bocornya pipa berada di pemukiman padat penduduk.
Setelah mengetahui hal tersebut, ia langsung melaporkan kejadian ke Balai Desa untuk ditindaklanjuti.
Masih diceritakan Andreyanto, pihak PT Pertamina Gas (Pertagas) pun segera melakukan perbaikan besok paginya.
Mereka memperbaiki pipa mulai Minggu pagi sekitar pukul 06.00 WIB sampai dengan 22.00 WIB.
"Lega sekarang alhamdulillah, sudah mulai beraktivitas lagi seperti biasa," ujar dia.
Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dodi Dwi Endrayadi menambahkan, setelah mendapat laporan tersebut pemetintah Kecamatan Juntinyuat langsung melakukan tindakan.
Mereka mengimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke lokasi kebocoran dan tidak memantik api.
Dalam hal ini, BPBD Kabupaten Indramayu juga memastikan kondisi di Desa Limbangan sudah aman setelah dilakukan upaya penanganan oleh PT Pertagas.
"Ini juga bentuk apresiasi karena pemerintah Kecamatan langsung melakukan penanganan dan alhamdulillah sekarang sudah safe (aman)," ujar dia.