Breaking News:

Pilkada Kabupaten Bandung

Soal Pembentukan Kabupaten Bandung Timur Yena Ma’soem: Inisiatornya Bapak Saya, Akan Saya Lanjutkan

Kabupaten Bandung wilayahnya sangat luas terdiri dari 31 Kecamatan, 1,762 km persegi. Sehingga, potensi pemekaran sangat memungkinkan.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribunjabar.id
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung Yena Iskandar Ma’soem dan Atep. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Calon Bupati Bandung nomor urut 2, Yena Iskandar Ma'soem menyinggung soal pembentukan Kabupaten Bandung Timur (KBT) di masa Pilkada Kabup‎aten Bandung 2020, saat bertemu dengan perwakilan warga di timur Kabupaten Bandung, di Jalan Raya Cileunyi, Minggu (1/11/2020).

Pada pertemuan itu, seorang warga, Syafril (49) menanyakan soal pembentukan K‎BT yang dianggapnya mandeg sejak digulirkan pada 2010 oleh Nanang Iskandar Ma'soem, almarhum, yang juga bapak kandung Yena Ma'soem.

"Inisiator KBT itu bapak saya, Almarhum Nanang Iskandar Ma'soem. Jadi kalau saya jadi bupati, akan saya lanjutkan cita-cita bapak saya," ucap Yena.

Ia masih ingat saat bapaknya itu, menggulirkan pemekaran KBT pada 2010 dengan semangat dan jadi cita-citanya yang belum terkabul hingga akhir hayatnya.

"Saya sebagai putrinya ingin melanjutkan cita-cita. Saat itu kan fokusnya pelayanan, infrastruktur belum memadai dan pelayanan publik terfokus di Soreang," ucap dia.

Kabupaten Bandung wilayahnya sangat luas terdiri dari 31 Kecamatan, 1,762 km persegi. Sehingga, potensi pemekaran sangat memungkinkan.

"Dari segi pendapatan asli daerah, utuk dipisahkan memang sudah waktunya tinggal kami mendorong kesana karena sekarang kan masih moratorium pemekaran daerah," ucap dia.

Kabupaten Bandung Timur yang digulirkan, meliputi sejumlah kecamatan di timur Kabupaten Bandung dimilai dari Cileunyi, Rancaekek, Solokan Jeruk, Nagreg, Cicalengka, Cikancung, Majalaya hingga Paseh.

Baca juga: Haji Bolot Punya 10 Rumah dan 13 Mobil, Digadang-gadang Kalahkan Harta Kekayaan Raffi Ahmad

Baca juga: Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2, Kenali Penyebab, Gejala, dan Faktor Risiko Diabetes

Isu soal KBT ini terakhir sempat mencuat‎ saat beredarnya surat dari Pemprov Jabar terkait enam daerah otonom baru (DOB) baru kepada 5 kepala daerah.

Surat bernomor 118/2878/Pemksm tertanggal 2 Juli 2019 yang ditandatangani oleh Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Setda Jabar, Daud Achmad itu, dilayangkan kepada Bupati Cianjur terkait pembentukan DOB Kabupaten Cianjur Selatan dan Kota Cipanas.

Kemudian kepada Bupati Bekasi, terkait DOB Kabupaten Bekasi Utara, kepada Bupati Tasikmalaya terkait DOB Kabupaten Tasikmalaya Selatan, Bupati karawang terkait DOB Kota Cikampek, dan Bupati Bandung terkait DOB Kabupaten Bandung Timur.

Sebagai balasan atas surat tersebut, Bupati Bandung Dadang Naser pun melayangkan jawaban kepada Gubernur Jabar dalam Surat Nomor 136/1999/KSOTDA tertanggal 23 Agustus 2019.

Dalam surat tersebut, Dadang menyatakan bahwa Pemkab Bandung pada prinsipnya mendukung usulan pembentukan DOB Kabupaten Bandung Timur dengan mengacu pada peraturan yang berlaku.

Baca juga: Pernikahan Kakek 78 Tahun dengan Gadis 17 Tahun Cuma Tahan 22 Hari, Abah Sarna Kirim Talak ke Noni

Baca juga: Lucky Hakim Endorse Mangga Indramayu di Kebun Petani, Ngaku Cinta hingga Relakan Waktu Kampanye

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved