Breaking News:

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Minggu 1 November: Hujan Lebat & Angin kencang di Sejumlah Wilayah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia pada Minggu (1/11/2020)

Grafis/Rahmandito Dwiatno
Info Prakiraan Cuaca 

TRIBUNCIREBON.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia pada Minggu (1/11/2020)

BMKG memperkirakan sejumlah wilayah berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga disertai angin kencang.

Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta berpotensi terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang/puting beliung dan kilat/petir.

Sementara itu, wilayah Bali diperkirakan terjadi hujan hingga disertai angin kencang, kilat/petir.

Warga menggunakan payung saat hujan turun di Kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2020). Memasuki musim penghujan, curah hujan yang tinggi dan angin kencang mulai melanda Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tiga hari ke depan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)
Warga menggunakan payung saat hujan turun di Kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2020). Memasuki musim penghujan, curah hujan yang tinggi dan angin kencang mulai melanda Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk tiga hari ke depan. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) (WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha)

Baca juga: Info BMKG: Peringatan Dini Cuaca Hari ini Sabtu, 31 Oktober 2020, Potensi Cuaca Ekstrem di Indonesia

Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi BMKG Sabtu, 31 Oktober 2020, di Perairan Barat Lampung Capai 6 M

Angin kencang juga berpotensi terjadi di Sulawesi Barat dan Maluku.

Sesuai informasi pada laman web.meteo.bmkg.go.id, Deputi Bidang Meteorologi, Sabtu (31/10/2020), menyampaikan adanya Typhoon 'Goni' (915 hPa) dengan kecepatan maksimal di dekat pusat sistem sebesar 115 knots.

Typhoon Goni bergerak ke arah Barat Daya secara tidak langsung membentuk daerah belokan angin dan memberikan dampak terhadap potensi pertumbuhan awan hujan di Kalimantan dan Laut Sulawesi.

Sirkulasi Siklonik terpantau di Perairan Selatan Filipina dan Samudra Hindia Barat Sumatera, (925-850 hPa) dan Bangka Belitung, Australia pada lapisan 925-850 hPa.

Adanya Sirkulasi Siklonik tersebut mampu meningkatkan potensi hujan di dekat sistem siklonik tersebut.

Daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) lainnya juga terpantau memanjang dari Riau hingga Kep. Riau, Kalimantan Tengah hingga Gorontalo.

Halaman
1234
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved