Breaking News:

Virus Corona Mewabah

Wisatawan di Puncak Bogor Di-Rapid Test, Bagi yang Reaktif Auto Disuruh Pulang untuk Isolasi

Menurut Dedi, berbagai upaya itu tidak terlepas dari instruksi Gubernur Jabar Ridwan Kamil, yang tidak ingin ada peningkatan kasus saat libur panjang

(Shutterstock)
Ilustrasi rapid test virus corona. 

TRIBUNCIREBON.COM - Setelah lelah menempuh perjalanan jauh dan terjebak macet di perjalanan, puluhan wisatawan terpaksa harus kembali memutar arah saat tiba di sejumlah lokasi wisata di Puncak Bogor, Kamis (29/10).

//

Polisi melarang mereka masuk ke lokasi wisata setelah hasil tes cepatnya reaktif.

Tak hanya meminta mereka pulang, petugas juga mencatat identitas lengkap mereka.

Baca juga: Duh, Hari Pertama Libur Panjang, Kasus Positif Covid-19 di Pangandaran Bertambah

Para wisatawan yang reaktif diminta mengisolasi diri di rumah masing-masing hingga dua pekan ke depan dan segera memeriksakan diri ke rumah sakit jika mengalami gejala Covid-19.

Di Puncak Bogor, kemarin, tes cepat acak dilakukan terhadap 918 wisatawan.

"Hasilnya, dari jumlah tersebut 50 orang dinyatakan reaktif," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mieke Kaltarina.

Mieke mengatakan, tes cepat digelar Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor di tiga titik.

Baca juga: Update Covid-19 di Majalengka, Pasien Terkonfirmasi Positif  Bertambah Menjadi 217 Orang

Selain di area parkir gerbang masuk lokasi wisata Telaga Warna di Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, tes cepat juga dilakukan di kantor Kecamatan Megamendung dan area parkir Masjid Harakatul Jannah di Simpang Gadog.

Mieke mengatakan, wisatawan yang reaktif berasal dari berbagai daerah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved