Breaking News:

Daftar Kecamatan Rawan Longsor dan Banjir di Kabupaten Kuningan Akibat Curah Hujan Tinggi

curah hujan tinggi akibat dampak La Nina itu berpotensi menimbulkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Kompas.com
Ilustrasi hujan(Kulkann) 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Memasuki musim penghujan di akhir tahun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kuningan gencar sosialiasi keselamatan bencana alam.

"Kami berharap warga Kabupaten Kuningan, mewaspadai dampak dari fenomena La Nina yang mengakibatkan terjadinya curah hujan tinggi disertai angin kencang dan petir," kata Kepala BPBD Kabupaten Kuningan Indra Bayu saat dihubungi ponselnya, Jum'at (30/10/2020).

Dia mengatakan curah hujan tinggi akibat dampak La Nina itu berpotensi menimbulkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

"Dampak dari La Nina sendiri itu curah hujan tinggi dan berpotensi terjadi bencana banjir, tanah longsor, angin kencang dan petir," ujarnya.

Hasil pemetaan yang dilakukan, kata dia, ada beberapa daerah rawan di Kuningan yang terjadi bencana.

"Untuk banjir ada di 14 desa di 5 kecamatan, pergerakan tanah 5 desa di 5 kecamatan dan tanah longsor 42 desa di 21 kecamatan," katanya.

Untuk warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan lokasi rawan longsor.

"Harus aspada jika hujan turun lebih dari dua jam lamanya dan bisa segera melapor," ujarnya.

Dengan curah hujan lebih dari 2 jam harus waspada dan siap dengan kemungkinan terburuk.

Baca juga: 400 Rumah di Desa Jayagiri Sindangbarang Terendam Banjir, Longsor Pun Memutus Jalan di Bojongkaso

Baca juga: Lagi Terlelap di Kamar, Pasutri Aki Irut & Nini Sunarsih Tertimbun Longsoran Tebing di Padaherang

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved