Breaking News:

Virus Corona Cirebon

Cegah Penyebaran Covid-19, Wali Kota Cirebon Minta Pelaku Usaha Lakukan Hal Ini

Menurut Azis, pemberitahuan semacam itu bertujuan mengingatkan pengunjung yang datang.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Wali Kota Cirebon, Nasrudin Azis, meminta para pelaku usaha memasang tata letak dan luas tempat usahanya.

Selain itu, mereka juga diminta mencantumkan kapastias maksimal pengunjung selama masa pandemi Covid-19.

Menurut Azis, pemberitahuan semacam itu bertujuan mengingatkan pengunjung yang datang.

"Dipasang di depan, sehingga pengunjung bisa melihatnya sebelum masuk," ujar Nasrudin Azis kepada Tribuncirebon.com, Jumat (30/10/2020).

Ia mengatakan, pengumuman tersebut wajib disediakan pelaku usaha, khususnya restoran yang terdapat di sejumlah mal di Kota Udang.

Agar para pengunjung yang datang dapat memaklumi dan tidak memaksa masuk saat restoran telah mencapai kapasitas maksimal.

"Ini menjadi ikhtiar kita untuk mendisiplinkan masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19," kata Nasrudin Azis.

Terlebih, kata dia, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang restoran hanya diizinkan menampung pengunjung 50 persen dari kapasitas maksimal.

Agar para pengunjung dapat tetap menjaga jarak sesuai protokol kesehatan saat menyantap makanan di restoran tersebut.

"Ini juga berlaku bagi rumah makan di luar mal, luasan tempat dan kapasitas maksimalnya harus dicantumkan di depan," ujar Nasrudin Azis.

Azis menyampaikan, pelaku usaha juga harus berani menegur pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga: Kucing Mendekati Saat Anda sedang Makan, Jangan Buru-buru Diusir apalagi Dikasari, Ini Penjelasannya

Baca juga: Nikita Mirzani dan Denise Chariesta Gulat, Ruben Onsu dan Ayu Ting Ting Takut Acara Brownis Dibredel

Pasalnya, jika dibiarkan maka dikhawatirkan terjadi penyebaran virus corona di restoran ataupun rumah makan di Kota Cirebon.

Permintaan itu disampaikan seiring dicabutnya pembatasan aktivitas warga yang diberlakukan Pemkot Cirebon sejak 9 Oktober 2020.

"Pelaku usaha di Kota Cirebon harus menjadi agen protokol kesehatan di tempat usahanya masing-masing," kata Nasrudin Azis.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved