Breaking News:

Habib Bahar Aniaya Driver Grab

Buntut Habib Bahar Tonjok Driver Grab, Polda Jabar Bilang Belum Ada Pencabutan Laporan Penganiayaan

Namun, asimilasinya dicabut karena dianggap melanggar aturan asimilasi. Atas pencabutan asimilasi, Adapun Habib Bahar bin Smith mengajukan gugatan

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Istimewa
Penceramah Habib Bahar bin Smith 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Polisi membantah keterangan kuasa hukum Habib Bahar bin Smith dan kuasa hukum Ardiansyah yang menyebut telah ada perdamaian dan pencabutan laporan Ardiansyah soal penganiayaan oleh Habib Bahar bin Smith.

//

"Sampai saat ini penyidik belum pernah pemerima surat perdamaian dan surat pencaburan laporan soal dugaan penganiayaan," ujar Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar Kombes CH Patoppoi via ponselnya, Kamis (29/10/2020).

Penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith itu berdasarkan laporan polisi nomor LP/60/IX/2018/JBR/Resta Bgr/Sek Tansa pada 4 September 2018 dengan pelapor Ardiansyah.

Baca juga: Antisipasi Penularan Covid-19 saat Libur Panjang, Test Massal Digelar di Sejumlah Titik Wisata Jabar

Kuasa hukum Ardiansyah, Hendi P menyebut sudah ada perdamaian dan pencabutan laporan ihwal pelaporan itu.

Hal senada dikatakan Ichwan Tuan Kotta, kuasa hukum Habib Bahar bin Smith.

"Karena belum ada pencabutan laporan atau perdamaian, maka proses penyidikannya dilanjut. Berdasarkan gelar perkara, sudah ditetapkan tersangka," ucap dia.

Penyidik Ditreskrimum Polda Jabar sudah melayangkan surat pemberitahuan penetapan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka ke Kejati Jabar pada 21 Oktober.

"‎Jadi dia menganiaya sopir Grab, di mana istrinya itu pulang terlalu malam diantar sopir Grab itu.Nah pelampiasannya disikat," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago via ponselnya, Rabu (28/10/2020).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved