Breaking News:

Muncul Klaster Pesantren di Garut, Warga Sekitar Harus Ikut Jalani Tes, Tenda Pos untuk Pengetesan

Emil meyakini, selama ini sudah terjadi interaksi antara santri dengan warga sekitar. Lokasi pesantren berada di tengah permukiman warga

TribunJabar.id/Firman Wijaksana
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil didampingi Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman saat meninjau klaster pesantren di Kecamatan Pangatikan, Garut, Selasa (27/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Munculnya klaster pesantren di Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut yang menimpa 114 santri mendapat perhatian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Emil langsung memantau kondisi pesantren tersebut dan memberikan bantuan logistik.

Selain itu, Emil juga memberi alat pemeriksaan untuk penanganan Covid-19. Di lingkungan pesantren tersebut, kini telah didirikan tenda untuk pengetesan virus corona.

"Tenaga kesehatan juga disiapkan untuk memantau kondisi para santri. Pos itu juga bisa digunakan untuk warga sekitar yang akan melakukan tes Covid-19," ujar Emil di pesantren tersebut, Selasa (27/10/2020).

Ia berharap kondisi pesantren bisa kembali normal. Penanganan kesehatan dengan memaksimalkan pemeriksaan harus didahulukan. Pemeriksaan Covid-19 tak cukup hanya dengan menyasar para santri. Namun warga sekitar juga harus ikut menjalani pemeriksaan.

Emil meyakini, selama ini sudah terjadi interaksi antara santri dengan warga sekitar. Lokasi pesantren berada di tengah permukiman warga. Tak ada tembok pemisah antara lingkungan pesantren dan pemukiman warga.

"Saya minta ke pengurus pesantren agar dihentikan total untuk sementara waktu kegiatan di pesantren. Sampai semua jelas, baru beraktivitas lagi. Yang terpapar akan ditreatment, sedangkan yang tidak kita pulangkan," ucapnya.

Emil optimistis para santri yang positif Covid-19 bisa sembuh total. Dilihat dari statistik, sekitar 80 persen pasien positif dapat kembali sembuh. Para santri yang berusia muda, umumnya tak mempunyai penyakit penyerta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Maskut Farid, menyebut telah melakukan tracing kepada semua penghuni pesantren. Namun hasil tes untuk santri perempuan masih belum diketahui.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved