Breaking News:

Libur Panjang Wisatawan Bakal Membeludak, Ridwan Kamil Tetapkan Jabar Siaga Satu, Disiplin Prokes

Mengantisipasi adanya lonjakan kendaraan, Emil menyebut petugas sudah meningkatkan patroli di titik-titik lalu lintas.

TribunCirebon.com/m Rizal Jalaludin
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat hadiri acara Kejaksaan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2020) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Memasuki libur panjang, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menetapkan status siaga satu. Emil juga meminta wisatawan dan pengelola objek wisata untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

"Nanti malam (kemarin) sudah mulai siaga 1 di jalan-jalan di Jabar terkait jalur mudik selama libur panjang," ucap Emil usai pemberian bantuan sosial tahap 3 di Kantor Pos Garut, Jalan Ahmad Yani, Selasa (27/10).

Mengantisipasi adanya lonjakan kendaraan, Emil menyebut petugas sudah meningkatkan patroli di titik-titik lalu lintas. Pihaknya juga akan melakukan rapid tes dan swab tes acak.

"Bikin rapid dan swab tes acak untuk pastikan tamu-tamu yang datang ke Garut dan objek wisata di daerah lain betul-betul saat disampling bersih dari Covid," katanya.

Kedatangan para wisatawan tersebut diharapkan bersih dari Covid-19, sehingga tak mengancam warga di daerah tujuan. Kasus Covid-19 pun tak akan naik drastis jika semuanya patuh terhadap protokol kesehatan.

"Kami khawatir yang datangnya itu (wisatawan) bawa Covid. Kasus di Garut yang sudah diperjuangkan sama pak Wabup nanti bisa naik drastis," ujarnya.

Emil juga meminta destinasi wisata, hotel, restoran, dan tempat hiburan malam untuk melakukan disiplin protokol kesehatan (prokes). Ia menitipkan ke kepala daerah masing-masing, untuk bisa menjaga protokol kesehatan selama libur panjang.

Baca juga: Nikita Mirzani Ngaku Tak Sudi Pacari Pria Indonesia: Kekuatan Lemah, Enggak Bisa Ngimbangi Gue

Baca juga: Sosok Ustaz Evie Effendi, Tak Pernah Mesantren, Sempat Dipenjara Lalu Hijrah, Kini Gugat Cerai Istri

Ia meminta setiap pengelola objek wisata untuk patuh dengan aturan protokol kesehatan. Seperti pembatasan pengunjung yang datang ke objek wisata maksima 50 persen dari kapasitas.

"Kalau jatahnya 50 persen, ya harus disiplin 50 persen. Kerumunan akan jadi sumber penyebaran virus juga," katanya.

Halaman
12
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved