Breaking News:

Sebuah Rumah Kontrakan di Cicendo Tergerus Longsor, 8 Kepala Keluarga Mengungsi ke Tempat Aman

berdasarkan catatannya, selama lima bulan terakhir telah terjadi sebanyak lima kali musibah longsor akibat kirmir yang tergerus oleh aliran Sungai

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar/Cipta Permana.
Lurah Pajajaran, Paridin memantau aktivitas yang dilakukan para petugas gabungan yang sedang membersihkan sisa-sisa material bangunan rumah kontrakan milik Asep Juhanda yang tergerus longsor kemarin, Sabtu (24/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Cipta Permana

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Sebuah rumah kontrakan yang dihuni oleh delapan kepala keluarga atau 23 jiwa di Jalan Citepus I RT 05 RW 05 Kelurahan Pajajaran, Kecamatan Cicendo dilaporkan ambruk tergerus derasnya luapan air di aliran Sungai Cilimus (anak Sungai Citepus), pascahujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Jumat (22/10/2020) sore.

Para penghuni kontrakan pun kini terpaksa mengungsi di rumah kerabat dan tetangga sekitar, karena khawatir terjadi dampak susulan dari peristiwa tersebut.

Lurah Pajajaran, Paridin mengatakan,  bangunan rumah kontrakan yang ambruk terkena longsor tersebut merupakan milik Asep Juhanda yang juga warga sekitar.

Adapun bagian yang mengalami kerusakan meliputi bagian dapur dan kamar mandi.

"Kejadiannya kemarin sekitar jam 14.30 WIB, padahal di sini kemarin hujan turun enggak besar dan enggak lama seperti kemarin-kemarin, tapi mungkin karena dampak sebelum-sebelumnya dan kondisi kirmirnya juga sudah lapuk karena usia, maka akhirnya jebol karena engga kuat menahan derasnya air dari bagian hulu. Apalagi, Sungai Cilimus kan jalur air dari atas, seperti dari Jalan Pasteur dan Surya Sumantri," ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi ambruknya kontrakan, Sabtu (24/10/2020).

Paridin menuturkan, bencana serupa kerap terjadi di Kelurahan Pajajaran.

Bahkan, berdasarkan catatannya, selama lima bulan terakhir telah terjadi sebanyak lima kali musibah longsor akibat kirmir yang tergerus oleh aliran Sungai Citepus dan anak-anak sungai lainnya.

"Bangunan ini juga (kontrakan) belum pakai kirmir batu ya, masih pakai kirmir batako (bata). Jadi karena dimakan usia, akhirnya kekuatannya melemah dan terjadi longsor seperti ini," ucapnya.

Sebagai upaya antisipasi terjadinya musibah susulan dampak ambruknya kontrakan tersebut, pihaknya mengevakuasi para penghuni kontrakan untuk mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga terdekat.

Sementara pihaknya bersama aparat kewilayahan lainnya bersama para petugas dari instansi terkait Pemkot Bandung, akan berupa memperbaiki kondisi bangunan yang ambruk dan kirmir yang jebol agar musibah serupa tidak terjadi kembali.

Selain itu, pihaknya pun selalu menekankan kepada masyarakat melalui RT dan RW mengenai bahaya banjir dan longsor, sehingga masyarakat dilarang untuk membangun bangunan di bantaran sungai, termasuk membuang sampah agar tidak terjadi penyumbatan di aliran Sungai Citepus.

"Karena para penghuni bingung untuk masak dan mandi di mana setelah ambruknya bagian dapur dan kamar mandi dari rumah kontarakan, maka kami minta agar mereka diungsikan sebagai upaya antisipasi terjadinya longsor susulan.

Kami pun lakukan penanganan sementara untuk mengantisipasi musibah susulan, dengan adanya bantuan dari petugas gabungan masyarakat, Gober, juga dari Dinas Kebakaran, dan Satgas Citarum Harum," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved