Breaking News:

10 Pasangan Bukan Muhrim Tepergok Ngamar di Hotel, Langsung Diarak Jadi Tontonan Warga Tasikmalaya

Ustad Yanyan menggembleng pasangan bukan muhrim dengan wejangan soal hukum zinah, termasuk ganjaran hukuman

Editor: Machmud Mubarok
(tribun jabar/firman suryaman)
Disaksikan warga dan unsur Muspika, Ketua FPI Kota Tasikmalaya, Yanyan Albayani, membina para pasangan bukan muhrim yang terjaring razia, Jumat (23/10) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, TASIKMALAYA - Sepuluh pasangan bukan muhrim diarak ke halaman kantor Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, dan menjadi tontonan warga, Jumat (23/10) sore.

Mereka sebelumnya terjaring razia operasi penyakit masyarakat yang digelar aparat gabungan setempat, di hotel melati yang ada di wilayah Kecamatan Mangkubumi.

Di halaman kantor kecamatan itu mereka disuruh duduk dan mendapat pembinaan dari Ketua FPI Kota Tasikmalaya, Ustad Yanyan Albayani, disaksikan unsur Muspika Mangkubumi.

Baca juga: PNS Dilarang Selingkuh karena Bisa Berujung Pemecatan, Begini Penjelasannya

Baca juga: Dikata-katai Kasar di Video Ade Londok, Anak 8 Tahun Asal Nagreg Sempat Murung dan Terpukul

Baca juga: Jadwal Acara TV Sabtu 24 Oktober 2020, FIlm Resident Evil: Final Chapter dan Jungle di Bioskop Trans

Warga sekitar berjubel menyaksikan kegiatan pembinaan moral tersebut. Sejumlah warga menyatakan kesetujuannya, pasangan bukan muhrim dibina seperti itu agar ada efek jera.

"Saya sangat setuju dibina seperti ini. Mereka telah mencoreng nama baik wilayah kami. Mudah-mudahan mereka sadar, atau minimal ada efek jera," kata Enjang, salah seorang tokoh warga.

Hadir pada acara pembinaan, Camat Mangkubumi Dahlan Arifin, Kapolsek Iptu Endang Wijaya, Danramil Kawalu yang membawahi Mangkubumi, Mayor Inf Iwan, serta jajaran petugas Satpol PP.

Ustad Yanyan menggembleng pasangan bukan muhrim dengan wejangan soal hukum zinah, termasuk ganjaran hukuman yang akan ditimpakan kelak.

Di sesi terakhir mereka dibimbing mengucapkan kalimat tobat serta memohon maaf kepada warga Mangkubumi.

Upaya pembinaan berlangsung cukup lama hampir dua jam. Kesepuluh pasangan bukan muhrim itu lantas didata identitasnya.

Ketua FPI Kota Tasikmalaya, Ustad Yanyan Albayani, mengungkapkan, kesepuluh pasangan bukan muhrim itu terdiri dari pasangan yang memboking PSK, pacaran serta selingkuh.

"Sebagian besar pasangan yang berpacaran. Mereka kami gembleng agar sadar akan perbuatan laknat tersebut. Atau memiliki efek jera dengan cara dibina di hadapan umum," ujar Yanyan yang juga tokoh warga Mangkubumi ini. (firman suryaman)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved