Dikata-katai Kasar di Video Ade Londok, Anak 8 Tahun Asal Nagreg Sempat Murung dan Terpukul
RD merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, ketiga saudara yang laki-laki tinggal bersama neneknya di daerah Nagreg
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.
TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Ade Londok kembali viral di media sosial Intagram setelah unggahan videonya dikecam banyak netizen.
Dalam akun media sosial Instagram @m.adelondok, Ade mengunggah video yang merekam momen saat dia sedang berada dalam sebuah mobil.
Saat melintas, ada pengendara sepeda motor yang perhatiannya karena membawa muatan berlebihan sembari memboncengkan anak perempuannya.
Baca juga: Dokter Puskesmas Digeberek Warga, Bawa Masuk Pria, Ternyata Suami Orang, tapi Mereka Nikah Siri
Baca juga: TIPS Diet Ala Nagita Slavina, Asistennya Ikutan dan Berhasil Turunkan Berat Badan 3Kg Seminggu
Baca juga: Ciri-ciri Gejala Kanker Ovarium, Tahap Awal Kerap Tak Disadari Karena Gejalanya Mirip Penyakit Lain
Spontan, kata-kata kasar pun keluar dari mulut duta kuliner Jawa Barat itu. Video itu pun kemudian viral dan dibanjiri komentar dari netizen yang menilai Ade tidak pantas berkata kasar kepada pengendara sepeda motor yang ada dalam videonya itu.
Setelah beberapa hari, video yang menampilkan kehidupan pria dan anak kecil yang menggunakan motor dalam video Ade pun ikut viral, dalam video itu disebutkan bahwa mereka berdua merupakan anak dan ayah yang sudah ditinggal istrinya.
Namun, setelah Tribun telusuri ternyata pria yang menggunakan motor dalam video itu bernama Ganis Hari (29) warga Kampung Cibunar RT 01 RW 05 Desa Citaman, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung bersama anak angkatnya RD (8).
"Ini (RD) anak angkat saya, orang tuanya masih ada ibunya jadi TKW di arab, bapaknya kerja di Sulawesi," ujar Ganis, saat dihubungi Tribun, Jumat (23/10/2020).
RD merupakan anak bungsu dari empat bersaudara, ketiga saudara yang laki-laki tinggal bersama neneknya di daerah Nagreg yang tak jauh dari tempat tinggal Ganis.
"Ketika RD usianya dua tahun, ibunya kerja ke luar negeri, tapi sejak bayi dia sudah diasuh sama saya sampai sekolah sekarang, ibunya juga nitipin ke saya," katanya.
Setiap satu minggu dua kali, kata dia, RD selalu ikut bersamanya belanja kebutuhan warung menggunakan sepeda motor.
"Saya juga minta maaf, karena mungkin saya bawa anak kecil dan duduknya berbahaya, membawa barang banyak," katanya.
Menurut Ganis, sejak videonya viral RD sempat terpukul karena perkataan kasar yang dikeluarkan Ade Londok dalam videonya.
"Pertama tahu (viral) ini anak sampai nangis, saya jadi ikut sedih juga," ujar Ganis.
Kini, kata Ganis, setelah diberikan penjelasan RD relatif lebih tenang dan sudah mau bermain lagi. Padahal, sebelumnya RD sempat murung.
"Awalnya dia sedih sampai panas dingin, sama saya ditenangin. Kalau sekarang sudah tenang sedang main," ucapnya.
Dikatakan Ganis, dalam video yang diunggah Ade Londok itu sebenarnya RD sedang makan roti, sehingga kepalanya menunduk sehingga terhilat sedang mengantuk.
"Itu hari Sabtu, habis saya belanja dari Cinunuk, mau pulang ke Nagreg, saya juga tahu anak saya terlalu belakang (duduknya), jadi saya suruh pegangan ke jaket saya, satu tangannya lagi saat itu memegang roti," katanya.
Penjelasan soal videonya pun, kata Ganis, sudah disampaikan kepada Ade Londok melalui direct message (DM) ke akun Ade Londok. Namun, hingga saat ini belum ada jawaban dari Duta Kuliner Jawa Barat tersebut.
"Tidak ada sama sekali konfirmasi, saya sudah komentar juga ke IG-nya cuma tidak ada balasan," ucapnya.
Netizen Muak dengan Ade Londok
Banyak netizen yang kontra padanya menyebut Ade Londok sudah keterlaluan dan netizen mengaku muak Ade Londok terus-terusan berbicara kasar.
Baca juga: Nikita Mirzani Langsung Diam Saat Diceramahi soal Dosa Berzina, Ade Londok: Dosanya 70 Hari 70 Malam
Berikut ini reaksi netizen pada video viral Ade Londok mengatai seorang ayah yang membonceng anaknya dengan sebutan g***ok.
indriandhiny: Kang @ridwankamil ini bapa yg bonceng anaknya sudah viral barangkali akang mau samperin bapanya juga,,, Itu juga klo akang gub yang sangat terhormat lebih tertarik sama org yg menginspirasi para org tua tunggal dibanding org yg ngomong sunda kasar.
infobandungnews: sedih min aslina mun posisi jadi si ayah itu.
madakbar33: Moal lila anu kitu mah kedeng deui oge balik ke lektop jadi Taylor sisi jalan kosambi.
ridwansaepudin89: Teu di saring babangusan teh si londok mah,,,,cik atuh euy ngomong teh ulah make gogoblog wae mun maneh bner care mah ajak naek kama mobil maneh londok lain bisa na gogoblog weh ka batur teh,,,heureuy sih heureuy tapi bahasa na ulah kitu ath ragap meuni asa pang aing na hrup teh jadi beuki umaing jadi delu.
7umpun9: maklum ari sungut teu di sakolakenmah kitu tah.
erna.fitri08: Kang rumaos te barudak ayena nyarios go***k jadi raos? Astaghfirullah.
nadi_mariadi: Goreng hade ku basa, janteun jagi basa teh.
femirahma: Terkadang orang-orang jaman sekarang terlihat go***k demi konten.
hermotkitty: Seharusnya nih yah jgan di biasakan ngomong kasar ,jgan mentang"skr lagi tenar yah ingat harus bisa bedakan dong candaan sama prihatin lah @m.adelondok.
teguh.nuryaman: Bahasa na kudu di warah jelema kitu ma. viral atau jd terkenal boleh saja tp aduh ku lebar na ucapan kaluar sangeunah na.
dilanurfhadilah: Saya nangis melihat ini :(
indralale: Si londok ini gausah di tanggapi biar kaga laku lagi,kurang beretika bahasa dan terkesan noraak.
Terkenal Berkat Promosikan Odading

Gara-gara viralkan kuliner Bandung, Odading Mang Oleh, Ade Londok kini kecipratan berkahnya.
Sosok Ade Londok viral sehingga namanya makin tenar. Selain semakin dikenal warganet di dunia maya, ia juga masuk dalam pemberitaan media massa.
Tak hanya itu, kini Ade Londok juga kini dipercaya orang nomor satu Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Ia diberikan tugas untuk mempromosikan UMKM kuliner Jawa Barat. Momen itu terjadi saat gubernur Jawa Barat berkunjung ke lokasi penjualan Odading Mang Oleh.
Videonya saat bersama gubernur Jabar pun dibagikan Ade Londok melalui akun Instagram.
"Akang Ade ini sekarang sedang akan saya tugaskan untuk mempromosikan UKM-UKM kuliner Jawa Barat, setuju," kata Ridwan Kamil pada video itu.
Kemudian, terdengar suara orang-orang yang merespons Ridwan Kamil menyatakan setuju.
Kepada Ade Londok, gubernur Jabar pun memberikan hadiah berupa ponsel.
Hadiah itu dibungkus seperti kado dan diserahkan langsung kepada Ade.
"Sekarang saya kasih hadiah hp baru," katanya.

Ade pun terlihat senang. Ia langsung membuka kotak hadiah itu dan mengambil ponsel barunya.
Sambil berteriak, Ade Londok tak bisa menyembunyikan perasaan girangnya. Ia bersyukur dan mengucapkan terima kasih.
"Ya Allah hatur nuhun Pak Ridwan Kamil," katanya sambil berteriak mengacungkan kedua tangan ke atas.
Pada keterangan postingan videonya, Ade Londok pun menunjukkan rasa bangganya.
Ia juga berterima kasih kepada Ridwan Kamil karena telah diberi ponsel.
Gayanya Khas dan Lucu
Jajanan dari Kota Bandung, Odading Mang Oleh sedang viral di media sosial. Ternyata orang yang memviralkannya seorang pria bernama Ade Londok.
Hal ini diakui Soleh, pemilik Odading Mang Oleh dalam video wawancaranya dengan wartawan Tribunjabar.id.
Dalam video tersebut, Soleh berkomentar soal jajanan yang dijualnya sejak 1987 itu.
Ia mengaku, bisnis kulinernya viral berawal dari video yang dibuat Ade Londok di media sosial Instagram
Ternyata Ade Londok itu adalah teman dari anaknya Soleh.
"Di Instagram, gara-gara Ade. Ade Londok namanya, temen anak," katanya.
Video tersebut memang viral di media sosial. Ade Londok mempromosikan Odading Mang Oleh sesuai ciri khasnya.
Ia berbicara menggunakan bahasa Sunda yang kasar. Nada bicaranya tegas dan lantang
Namun, gaya bicaranya itu justru lucu dan bikin ngakak warganet di media sosial.
Ia menyebut menyantap Odading Mang Oleh rasanya seperti menjadi Iron Man.
Kata-kata lucunya inilah yang menarik perhatian dan menghibur warganet.
Dilihat dari akunnya @m.adelondok, ia memiliki pengikut yang banyak. Hingga artikel ini ditulis, Rabu (16/9/2020), akunnya memiliki 47 ribu followers.
Melalui Instagram, ia kerap me-review dan mempromosikan makanan.
Sama seperti video Odading Mang Oleh, ia menyampaikannya menggunakan gayanya yang khas dan lucu.
Selain aktif di Instagram, ia ternyata Youtuber juga. Pria itu memiliki channel Youtube yaitu Ade Londok Asli.
Channel Youtube-nya sudah aktif sejak 2011. Pada 2020 ini, ia konsisten mengunggah video-video singkatnya.
(Tribunjabar.id)
Lokasi dan Sejarah Odading Mang Oleh
Ya, sejak beberapa hari lalu, media sosial ramai membicarakan tentang odading Mang Oleh.
Bahkan orang nomor satu Jawa Barat pun Ridwan Kamil pun menulis dalam postingan akun instagramnya, bahwa setelah disuntik vaksin Covid-19 pada Senin (14/9/2020), saatnya membeli odading Mang Oleh.
Odading Mang Oleh sendiri dijual di gerobak PKL.
Letaknya di Jalan Baranang Siang, di sekitar Gedung Rumentang Siang, Kota Bandung.
Odading Mang Oleh yang bernama resmi Mang Sholeh ini sudah menjadi jajanan khas yang bisa didapat di sekitar Pasar Kosambi, sejak puluhan tahun lalu.
• VIDEO-Viral Odading Mang Oleh, Ade Londok pun Jadi Iron Man dan Ini Lho Lika-liku Harga Cuma Rp 1500
Odading Mang Oleh menjadi viral setelah beredar video endorse atau review dari seseorang yang berjuluk Ade Londok, di media sosial. Videonya beredar di Twitter sampai Instagram.
Suara yang berapi-api atau ngegas bahkan jadi tren kemudian digunakan dalam suara latar oleh para pengguna TikTok.
"Odading Mang Oleh, rasanya seperti anda menjadi Iron Man. Belilah odading Mang Oleh, didieu, karena kalau Anda teu ngadahar odading Mang Oleh, maneh teu gaul jeung aing. Lain balad aing," kata Ade Londok dalam video yang beredar tersebut.
Penuturannya yang berapi-api dan terkesan lucu ini pun membuat orang yang menonton videonya jadi penasaran dengan odading Mang Oleh. Akhirnya, orang pun semakin banyak yang berdatangan membeli odading Mang Oleh.

Tidak hanya ibu-ibu yang baru berbelanja dari Pasar Kosambi seperti biasanya, kini muda-mudi, pegawai kantoran, sampai wisatawan pun ngantre untuk membeli odading Mang Oleh.
Banyak di antaranya yang berselfie dengan latar gerobak Mang Oleh atau membuat konten video, untuk diposting di akun media sosial pribadinya.
Saat ditemui di tempat jualannya, Mang Oleh mengatakan sebelum video tersebut viral empat hari lalu, biasanya hanya membuat cakue dan odading dengan 25 kilogram tepung terigu.
• Setelah SuntIk Uji Vaksin,Ridwan Kamil; Saatnya Beli Odading Mang Oleh
Namun kini, bisa menghabiskan sampai 120 kilogram terigu seharinya.
Untuk menjaga protokol kesehatan tetap berjalan, katanya, ia menambah satu gerobak lagi supaya bisa dengan aman melayani pembeli, sekaligus untuk meningkatkan ruang produksinya.
"Saya sendiri sudah berjualan odading sejak 1987, terus tahun 90-an pindah ke lokasi sekarang. Dulu yang terkenalnya cakue, sekarang odading sama cakue sama-sama terkenal, sejak ada video viral itu dari Ade Londok," kata pria yang akrab disapa Mang Oleh ini, Selasa (15/9/2020).
Mang Oleh mengatakan selain terigu, bahan utama yang digunakan untuk membuat odadingnya adalah soda kue, mentega, ragi, gula, dan minyak.
Sedangkan untuk membuat cakue, gula diganti dengan garam.
"Saya berusaha mempertahankan resep dari dulu sampai sekarang. Kualitas bahan dan kesehatannya dijaga. Harga juga tidak naik sejak lima tahun lalu, Rp 1.500 satunya. Syukurlah sekarang jadi banyak yang datang," katanya.

Seorang pembeli asal Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Hana Zainab (28), mengatakan dia dan keluarganya biasa membeli odading dan cakue Mang Oleh sejak bertahun-tahun lalu.
Biasanya dia membeli cakue dan odading ini setelah berbelanja di Pasar Kosambi.
"Jadi ramai ya ini karena viral. Saya kalau ke Kosambi memang sukanya beli ini. Rasa cakue sama odadingnya emang enak, apalagi cakuenya, pake sausnya. Rasanya enggak pernah berubah," kata Hana.
Hana mengatakan di sekitar Pasar Kosambi memang banyak jajanan enak, mulai dari kupat tahu, lontong padang, sampai kue balok.
Rasa makanan yang tidak berubah sejak dulu inilah, yang dinilainya menjadi penyebab para pelanggan selalu kembali membeli jajanan di sekitar Pasar Kosambi.
Warga Bogor yang juga membeli Odading Mang Oleh, Cecil (25), mengatakan ia sengaja membeli odading ini setelah melihat video dan review mengenai jajanan khas tersebut.
"Sudah dua hari di Bandung, tapi baru beli odading sekarang. Pas lihat ada video yang viral, saya cari lokasinya, ternyata enggak jauh dari hotel tempat saya nginep. Ya beli aja. Enak ya enggak pengar ini odadingnya. Cakuenya juga empuk," katanya.
Cecil mengatakan berbagai pihak memang sudah seharusnya memberi support kepada para pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk para pedagang kecil.
Dengan membeli, katanya, sudah sangat berarti untuk membantu perekonomian mereka.