Breaking News:

Ada 4.550 Pengantin yang Lakukan Akad Nikah Selama Covid-19 di Kuningan, dengan Protokol Kesehatan

Menurutnya akad nikah dilakukan di dalam dan di luar Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di masing-masing kecamatan.

TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
Ilustrasi Pasangan pengantin Koswara (27) dan Ratnasari (26) saat melangsungkan akad nikah di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Sumedang, Selasa (9/6/2020). 

Laporan Kintributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM
, KUNINGAN - Sejak April hingga September 2020 atau selama pandemi Covid-19 berlangsung, Kementrian Agama Kuningan mencatat ada sebanyak 4550 pengantin yang melangsungkan akad nikah.

Hal itu disampaikan Kasi Binmas Kemenag Kuningan, H Ahamad Fauzi saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Kemenag Kuningan, Jalan Otto Iskandar Muda, Jum'at (23/10/2020).

Menurutnya akad nikah dilakukan di dalam dan di luar Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di masing-masing kecamatan.

"Untuk rincian pada bulan April total ada sebanyak 580, akad nikah di luar kantor ada 342 di dalam Kantor 238," katanya.

Kemudian, untuk bulan Mei pelaksaan akad nikah di dalam kantor ada sebanyak 244 catin dan di luar ada 174 catin.

"Masuk bulan Juni di dalam kantor ada 696 catin dan di dalam kantor ada 621 catin," ujarnya.

Berikut Juli pelaksanaan di luar kantor ada sebanyak 524 catin dan di dalam kantor ada sebanyak 118 catin.

Sedangkan untuk di bulan Agustus ada 1753  catin dilaksanakan di luar kantor sedangkan sebaliknya yakni di dalam kantor ada 194 catin.

"Dan kemarin, di bulan September itu total 1947 catin dan sebanyak 306 catin melakukan akad nikah di dalam kantor dan sebanyak 85 itu diadakan di luar kantor, " katanya.

Dalam pelaksanaan akad nikah, semua dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Dokter Puskesmas Digeberek Warga, Bawa Masuk Pria, Ternyata Suami Orang, tapi Mereka Nikah Siri

Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Jumat, 23 Oktober 2020: Waspada Cuaca Ekstrem di 22 Wilayah

"Kelengkapan protokol kesehatan di tiap KUA Kecamatan, kami sediakan cairan hand sanitizer, cek suhu tubuh dan setiap usai melakasanakan persitiwa akad nikah. Ada petugas kami lakukan penyemprotan cairan disinfektan dan sterilisasi ruangan," katanya.

Tidak hanya itu, kata dia, untuk jumlah orang saat melangsungkan akad nikah ini.

"Kami membatasi jumlah orang dari kedua belah pihak, baik dari catin (calon pengantin,red) Perempuan dan Pria itu berjumlah 10 orang," katanya.

Di sisi lain, kata Ahmad Fauzi, Kemenag Kuningan memiliki kewajiban dalam pembinaan terhadap lapisan masyarakat.

"Terutama soal bab pernikahan, dengan sasaran sosialisasi dan edukasi itu mengenai pra nikah dan usia remaja," katanya.

Pemahaman diberikan ini sebagai modal pengetahuan terhadap masyarakat.

"Sebab akad nikah ini bisa disebut upacara sakral yang pasti dilakukan warga," katanya.

Menyinggung soal usia nikah, kata Ahmad Fauzi, dalam aturan nikah yang dikeluarkan pemerintah itu sangat jelas.

"Usia nikah minimal umur 19 tahun dan apabila di bawah usia tersebut, itu harus disertai dengan surat rekomendasi atau dispensasi yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengadilan Agama," katanya.

Baca juga: Harga iPhone Terbaru Oktober 2020: Mulai iPhone 7 Plus Rp 6 Jutaan Hingga iPhone SE 2020 Rp 7,9 Juta

Baca juga: TIPS Diet Ala Nagita Slavina, Asistennya Ikutan dan Berhasil Turunkan Berat Badan 3Kg Seminggu

Kemenag Kuningan juga mengomentari viralnya pernikahan pelajar di daerah Lombok yang melibatkan dua pengantin perempuan.

"Ini jelas memiliki persyaratan tertentu. Nikah lebih satu istri itu boleh, asal ada persetujuan dari istri pertama dan kalau PNS juga sama, harus melengkapi persetujuan dari istri pertama dan pimpinan," katanya. (*)

Penulis: Ahmad Ripai
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved