Breaking News:

Kejari Majalengka Kembali Menyita Uang Rp 70 Juta dari Kasus Dugaan Korupsi di PDSMU

Kejari Kabupaten Majalengka kembali menyita uang tunai sebesar Rp 70 juta dalam lanjutan kasus dugaan korupsi di tubuh PDSMU

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Pihak Kejari Majalengka kembali menyita uang Rp 70 juta dari kasus korupsi di PDSMU 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Majalengka kembali menyita uang tunai sebesar Rp 70 juta dalam lanjutan kasus dugaan korupsi di tubuh Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha (PDSMU), Kamis (22/10/2020).

Kepala Kejari Majalengka, Dede Sutisna mengatakan, tim penyidik bidang tindak pidana khusus (Pidsus) untuk yang kelima kalinya kembali menyita uang senilai Rp 70 juta dari kasus dugaan korupsi di salah satu perusahaan milik Pemkab Majalengka.

"Total uang tunai yang berhasil disita dalam perkara ini sebesar Rp. 657.750.000. Uang sitaan ini langsung kami setorkan di rekening penitipan Bank Mandiri RPL 147 PDT Kejari Majalengka 134 00 383838 80," ujar Dede.

Baca juga: Pasca Mantan Dirut Jadi Tersangka, Kejari Majalengka Panggil 10 Saksi dalam Kasus Korupsi di PDSMU

Menurut dia, pihak penyidik hingga saat ini masih melakukan penyidikan kasus dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk menelusuri lebih dalam untuk mengungkap kasus dugaan korupsi ini.

"Dengan adanya pengembalian ini, kami masih menunggu itikad baik orang-orang yang menerima aliran dari PDSMU," ucapnya.

Sambil terus melakukan penyidikan, lanjut dia, pihaknya masih menunggu hasil audit kerugian negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) maupun inspektorat Pemkab Majalengka.

Pihaknya berharap, dengan adanya penegakan kasus dugaan korupsi ini, menjadi pembelajaran bagi semua pihak, terutama PDSMU agar benar-benar dalam menjalankan maupun mengelola BUMD sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Baca juga: Fakta Terbaru Korupsi PDSMU, Kejari Majalengka Sita Duit Rp 500 Juta dari Seorang Saksi

Baca juga: Jenazah TKW Cantik asal Indramayu Dimakamkan di Malaysia, Keluarga Minta Tolong Divideokan

"Seharusnya dengan adanya BUMD itu dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Majalengka, bukan malah melanggar hukum dengan mengeruk keuntungan demi kepentingan pribadi maupun kelompoknya," jelas dia.

Kasi Pidsus Kejari Majalengka, Guntoro Janjang S menambahkan, penyelamatan uang negara tersebut diperoleh dari salah seorang saksi berinsial A yang pernah dilakukan pemanggilan sebelumnya oleh pihak Kejari.

"Hingga saat ini belum ada tersangka baru dalam kasus ini. Namun kami tidak memungkiri jika nanti akan ada tersangka baru, bila dalam pemeriksaan ditemukan fakta-fakta baru adanya penyelewangan," katanya.

Baca juga: Gak Dapat BLT UMKM Rp 2,4 Juta? Ikut Saja Program Bantuan dari Facebook, Ini Syarat & Cara Mendaftar

Selama proses pengembangan penyelidikan dan penyidikan atas kasus dugaan korupsi ini, smabung dia, pihaknya akan terus mendalami.

Sementara, untuk saat ini baru mantan Dirut PDSMU yang menjadi tersangka.

"Kalau tersangka saat ini, akan dijerat pasal 2 dan pasal 3 serta Pasal 9, UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman penjara maksimal 4 tahun," tuturnya.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved