Breaking News:

Seorang Anggota DPRD dan Nakes di Kabupaten Sukabumi Positif Covid-19, Ruang Ponek RSUD Ditutup

lokasi rumah anggota DPRD tersebut, serta kantor DPRD Kabupaten Sukabumi sudah didekontaminasi.

Editor: Machmud Mubarok
IRNA
Ilustrasi Virus Corona 

Laporan Kontributor Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUKABUMI - Kabar mengejutkan dari gedung rakyat Sukabumi, yakni DPRD Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Beredar informasi ada salah satu anggota DPRD Kabupaten Sukabumi terkonfirmasi positif Covid-19.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Sukabumi, Andi Rahman membenarkan informasi tersebut.

Ia menyebutkan, anggota DPRD positif Covid-19 ini berjenis kelamin laki-laki yang beralamat di Kecamatan Cikakak.

Ia juga hanya menyebutkan bahwa anggota DPRD positif Covid-19 ini adalah anggota DPRD dari fraksi partai "D".

"Betul laki-laki dari Kecamatan Cikakak dari fraksi D. Beliau ada gejala dan masih diisolasi di RS dan istrinya pun terkonfirmasi namun OTG dengan isoman (Isolasi mandiri), hasil tracking/PE terpapar di perjalanan," ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Ia menjelaskan, lokasi rumah anggota DPRD tersebut, serta kantor DPRD Kabupaten Sukabumi sudah didekontaminasi.

"Di lokasi area rumah sudah dilakukan dekontaminasi termasuk kantor Sekwan, begitu laporan yang masuk ke Bidang P2P, beliau sudah di rilis dan terlaporkan ke pikobar," jelasnya.

Baca juga: Kakek Usia 70 Tahun Nikahi Gadis Cantik Usia 18 Tahun, Pamer Kemesraan Cium Kening, Kisahnya Viral

Baca juga: Doa Habib Luthfi bin Yahya Saat Istighosah Kubro di Masjid Pusdai, Kita Mohon Tolong Kepada Allah

Baca juga: Di Tengah Pandemi Covid-19, Kesadaran Warga Kuningan Dalam Bayar PBB Meningkat

Selain anggota DPRD, seorang tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas di ruang Ponek RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, juga positif Covid-19. Pihak rumah sakit melakukan penutupan ruang ponek untuk sementara waktu.

Humas RSUD Palabuhanratu, Bili Agustian mengatakan, tidak ada penutupan pelayanan. Layanan kebidanan masih berjalan seperti biasa.

"Bukan penutupan pelayanan, tetapi penutupan ruang ponek saja, sedangkan untuk layanan kebidanan kita masih tetap berjalan seperti biasa. Layanan kebidanan / persalinan masih tetap berjalan seperti biasa," ujarnya, Rabu (21/10/2020).

Bili tidak menyebutkan jumlah dan jenis kelamin Nakes di ruang Ponek yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan sampai kapan ruang ponek ditutup.

"Kalau ini (jumlah Nakes positif, red) bisa konfirm ke gugus tugas Covid Kabupaten ya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita buka kembali," ujarnya.  (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved