Breaking News:

Virus Corona Majalengka

Pemkab Majalengka Tak Pilih Hotel Sebagai Tempat Isolasi Melainkan Tempat Sanggar Kegiatan Belajar

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Alimudin menegaskan informasi tersebut tidak sepenuhnya salah.

TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Jubir Satgas Covid-19 Majalengka, Alimudin. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Beredar di masyarakat, bahwa salah satu hotel yang berada di Kelurahan Munjul, Kecamatan/Kabupaten Majalengka akan dijadikan tempat isolasi bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Majalengka, Alimudin menegaskan informasi tersebut tidak sepenuhnya salah.

Namun, saat ini pihaknya mengaku, sudah menemukan lokasi yang pas terkait tempat karantina baik para pasien atau tenaga medis.

"Awalnya memang, pemerintah menunjuk Hotel Garden menjadi alternatif tempat isolasi, khususnya para tenaga medis. Namun, ketika pemerintah menemukan lokasi di gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), pemilihan Hotel Garden urung dilakukan," ujar Alimudin saat ditemui di hotel tersebut, Selasa (20/10/2020).

Dirinya menjelaskan, pengadaan tempat isolasi itu untuk mengantisipasi ketika terjadinya overload ruang isolasi di setiap kecamatan.

Menurutnya, Bupati sendiri sudah mengeluarkan surat edaran bahwa setiap kecamatan harus menyediakan satu bangunan isolasi.

"Kita sudah menentukan, untuk mengantisipasi ketika terjadi overload tempat isolasi di kecamatan dan ada pasien di kecamatan yang tidak disiplin, pemerintah daerah sudah menyiapkan tempat isolasi, yaitu di Gedung SKB," ucapnya.

Di SKB sendiri tersedia 22 kamar tidur dan semua kamar mandi berada di dalam.

Baca juga: INI Daftar Harga Hp Realme Terbaru Oktober 2020, Mulai Realme C11, C15, C12, Realme 6 & Realme 7

Baca juga: UEA Pakai Nama Joko Widodo untuk Nama Jalan, Tokoh Indonesia Ini pun Namanya Dipakai di Luar Negeri

Tempat juga lebih terisolasi, karena jauh ke pemukiman di belakang kantor BKPSDM sehingga tempat dianggap cukup representatif untuk isolasi.

Dari 22 kamar tersebut hasil survei, 15 kamar layak pakai sisanya perlu perbaikan.

Namun, tidak terlalu besar, sehingga pemerintah tidak terlalu terbebani dengan anggaran perbaikan atau penyiapan fasilitas seperti halnya jika dilakukan di tempat lain.

Penulis: Eki Yulianto
Editor: Mumu Mujahidin
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved