Breaking News:

Jelang Libur Panjang Jabar Bersiap Tegakan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata, Begini Aturannya

Pemerintah pun mengantisipasinya dengan memperketat penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan wisata di Jawa Barat.

Editor: Mumu Mujahidin
Tribun Jabar - Tribunnews.com
Gedung Sate 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNCIREBON.COM, BANDUNG - Kunjungan ke tempat wisata diperkirakan kembali meningkat pada long weekend di akhir Oktober ini.

Pemerintah pun mengantisipasinya dengan memperketat penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kawasan wisata di Jawa Barat.

Pjs Bupati Pangandaran, Dani Ramdan, mengatakan pihaknya bersama para pelaku usaha di bidang pariwisata sudah bersiap menyambut para wisatawan yang diperkirakan kembali banyak mendatangi Pangandaran di akhir bulan yang bertepatan dengan Hari Peringatan Maulid Nabi Muhammad tersebut.

"Long wekend ini, karena kita sudah naik lagi pariwisatanya, kita perketat skrining di pintu masuk karena semua area wisata Pangandaran ada gate-nya. Bukan hanya untuk bayar karcis, tapi juga untuk memastikan pengenaan masker, pengecekan suhu tubuh, dan sebagainya," kata Dani di Bandung, Selasa (20/10).

Penerapan protokol kesehatan pun, katanya, sudah sejak lama dilakukan di semua tempat wisata, termasuk hotel dan restoran. Patroli untuk memastikan penerapan protokol kesehatannya pun terus dilakukan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan akan fokus juga untuk mencegah potensi kenaikan kasus penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir bulan ini.

Namun demikian, dirinya memastikan tidak ada kewajiban untuk menunjukan hasil tes PCR bagi masyarakat yang masuk ke wilayah Jawa Barat termasuk untuk berwisata.

"Kita mendapati dahulu, pas long weekend Iduladha ya, itu menaikkan kasus di Jawa Barat. Sehingga pelajaran dari long weekend Iduladha dulu, menjadi perhatian kita long weekend di akhir bulan ini. Kami sudah menyiapkan materi-materi edukasi untuk mengingatkan lagi," katanya.

Pada dasarnya, kata Gubernur, selama semua pihak disiplin menjalankan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan, apapun kegiatannya, penyebaran Covid-19 tersebut masih bisa dikendalikan.

"Yang dikhawatirkan itu sudah ramai berkerumun, travelling jumlahnya besar, tidak melakukan 3M. Jadi kita akan fokus penguatan 3M dan kami sudah juga koordinasikan dengan Polda dan juga Kodam dan tim untuk memperbanyak personil, seperti halnya kita selalu tiap minggu menyerbu zona merah," tuturnya.

Baca juga: Gempa di Pangandaran Bermagnito 4,6 Tak Berpotensi Tsunami, BMKG Bilang Begini

Baca juga: Ivan Gunawan pada Lesti Kejora: Heh Jelong, Sok Cantik Banget Sih Lu, Sini Gue Jitak Pala Lu!

"Nah, jadi penguatan personil, peningkatan kampanye 3M, sambil saya titip ke titik-titik destinasi untuk tegaskan melakukan penyisiran dan membacakan kapasitas sesuai aturan itu. Saya kira kalau swab mahal kalau mandiri kan. Saya tidak tekankan sebagai kewajiban. Yang penting sekarang mah sambil nunggu vaksin yang bulan depan datang, kuncinya hanya itu aja," katanya.

Sebelumnya, pemerintah berupaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 saat libur panjang akhir Oktober mendatang.

Saat memimpin rapat terbatas mengenai hal tersebut, Presiden Joko Widodo mengingatkan jajarannya agar peningkatan laju penularan pandemi tidak terjadi selepas masa libur tersebut.

"Kita memiliki pengalaman kemarin libur panjang, pada satu setengah bulan yang lalu mungkin. Setelah itu terjadi kenaikan yang agak tinggi. Oleh sebab itu, ini perlu kita bicarakan agar kegiatan libur panjang dan cuti bersama ini jangan sampai berdampak pada kenaikan kasus Covid-19," ujarnya dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 19 Oktober 2020.

Saat ini, berdasarkan data per 18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia berada pada angka 17,69 persen.

Angka tersebut sudah lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 22,54 persen.

"Ini bagus sekali. Kita 17,69 persen, dunia 22,54 persen," kata Presiden.

Dalam data yang sama, rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari sebelumnya berada pada angka 3,94 persen menjadi 3,45 persen.

Hal itu juga diikuti dengan rata-rata kesembuhan di Indonesia yang membaik.

Baca juga: Promo Harga HP OPPO Terbaru Selasa 20 Oktober 2020, Diskon Gila Sampai Rp 2 Jutaan

Baca juga: Promo Superindo Weekdays Selasa 20 Oktober 2020, Belanja Irit di Tengah Bulan, Diskon Sampai 50%

"Kemudian rata-rata kesembuhan di Indonesia 78,84 persen. Ini juga lebih tinggi dari rata-rata kesembuhan dunia yang 74,67 persen," tuturnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara berharap dan berupaya agar angka-angka perbaikan tersebut dapat semakin meningkat dari waktu ke waktu agar selanjutnya tren penyebaran kasus Covid-19 di Indonesia semakin membaik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved