Breaking News:

Video

VIDEO - Pintu Air Waduk Darma Kuningan Ditutup Sampai Mei 2021 Ternyata Gara-gara Ini

penyusutan atau berkurangnya air Waduk Darma Kuningan hingga per saat ini hampir 21,4 juta kubik hilang alias air dikeluarkan

Editor: Machmud Mubarok

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN - Pintu air Waduk Darma Kuningan resmi ditutup hingga tahun 2021 mendatang. Hal itu menyusul dengan penyusutan terjadi setiap hari di peraiaran waduk tersebut.

Demikian hal itu dikatakan Ahmad, salah seorang petugas Balai Besar Wilayah Sungai Cisanggarung, Kuningan - Jawa Barat, di temui kawasan kantor BBWS setempat, Minggu (18/10/2020).

Ia mengatakan, jumlah penyusutan atau berkurangnya air Waduk Darma Kuningan hingga per saat ini.

"Menyusut hampir 21,4 juta kubik hilang alias air dikeluarkan," kata Ahmad.

Baca juga: VIDEO - Mpok Atie Turun ke Indramayu Dukung Nina Agustina Benahi Kampung Bapaknya

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Indramayu Bertambah 3 Orang per Minggu 18 Oktober, Total 270 Kasus

Dia mengatakan, jumlah penyusutan air terjadi selama 6 bulan terakhir.

"Hingga kini ketersedian air ada sekira 15,162336 meter kubik, atau sebanyak 15 juta an," ungkap Ahmad.

Mengenai kualitas air, kata dia, kandungan air Waduk Darma hingga saat ini masih bagus.

"Untuk kandungan air berkualitas baik, namun pemanfaatan untuk kebutuhan konsumen, manajemen bukan pada BBWS," katanya.

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Indramayu Bertambah 3 Orang per Minggu 18 Oktober, Total 270 Kasus

Selama ini, kata dia, pasokan air Waduk Darma ini disalurkan kepada sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Kuningan.

"Saluran air ini juga dimanfaatkan petani di luar daerah Kuningan," katanya.

Pantauan di sekitar waduk Darma, tidak sedikit dipilih orang menjadi lokasi yang tepat untuk menghabiskan waktu.

"Baik untuk keluarga atau warga lain yang emang senggaja datang untuk mancing ikan di sini," kata Wawan salah seorang warga Desa /Kecamatan Darma.

Baca juga: Mantan Kapolri Dai Bachtiar Ungkap Keuntungan Bagi Daerah, Jika Putrinya Jadi Bupati Indramayu


Usaha mencari ikan, kata dia, selain kegiatan mengisi hobi juga sebagai mata pencaharian dalam menutupi kebutuhan keluarga.

"Jadi, kalau dapat ikan banyak. Bisa dijual lagi dan uangnya buat kebutuhan keluarga," katanya.

Untuk jenis ikan biasa di dapat itu ikan mujair atau ikan nila."Ya lumayan saja isi waktu dan menyalurkan hobi juga," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved