Breaking News:

Pasutri di Sumedang Ini Terpaksa Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Butut, Sudah Lapuk Kalau Hujan Bocor

Oleh (65) dan Siti Julaeha (60), pasangan suami istri (Pasutri) ini terpkasa tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu)

tribunjabar/hilman kamaludin
Pasutri di Sumedang Ini Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Sudah Lapuk Kalau Hujan Bocor 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNCIREBON.COM, SUMEDANG - Oleh (65) dan Siti Julaeha (60), pasangan suami istri (Pasutri) ini terpaksa tinggal di rumah tidak layak huni (Rutilahu) selama puluhan tahun di Dusun Lebak Gede, RT 12/12, Desa Sindang Galih, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Pantauan Tribun Jabar, Jumat (16/10/2020), rumah yang dihuni pasutri itu hanya rumah panggung sederhana dengan dinding bilik bambu yang telah lapuk dan di dalamnya hanya terdapat alat-alat rumah tangga ala kadarnya.

Rumah panggung yang didominasi cat berawarna hijau itu, hanya berukuran sekitar 6×5 meter dan dibagian depannya hanya dihalangi panggar bambu yang sudah lapuk dimakan usia.

Siti Julaeha mengatakan, rumah tersebut merupakan warisan dari orangtuanya, namun selama puluhan tahun hingga saat ini, sama sekali tidak pernah diperbaiki karena keterbatasan biaya.

Baca juga: JURIG KUNTI, Nama Warung Kopi Milik Janda Berkulit Mulus Ini Membawa Hoki, Banyak yang Penasaran

Pasutri di Sumedang Ini Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Sudah Lapuk Kalau Hujan Bocor 2
Pasutri di Sumedang Ini Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Reyot, Sudah Lapuk Kalau Hujan Bocor 2 (tribunjabar/hilman kamaludin)

"Kalau hujan suka bocor, karena sejak pertama ditempati oleh ibu (orangtua), sampai sekarang belum diperbaiki," ujar dia yang akrab disapa Mak Eha ini saat ditemui di kediamannya, Jumat (16/10/2020).

Eha mengaku, tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya itu, karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan ia hanya menjadi ibu rumah tangga, sehingga pendapatannya suaminya hanya cukup untuk makan sehari-hari.

"Penghasilan paling Rp 60 ribu sehari, itu juga tidak setiap hari, kalau saya dirumah bikin kicimpring untuk dimakan sehari-hari," kata Eha.

Sementara faktor lainnya, Eha tidak mampu untuk memperbaiki rumahnya karena selama ini, ia tidak memiliki anak. Sehingga, untuk memperbaiki rumah itu tidak ada yang membantu sama sekali.

"Keinginan pengen memperbaiki rumah, tapi tidak punya uang. Penghasilan bapak untuk makan sehari-hari," ucapnya.

Baca juga: WAJIB TAHU, Ini Perbedaan Vaksin, Vaksinasi, Imunisasi, dan Imunitas

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang saat itu melihat kondisi rumah Eha dan Oleh, berjanji akan langsung membantu memperbaiki rumah tersebut melalui program rutilahu.

"Saya terus terang prihatin karena kita punya rumah bagus, sementara masyarakat banyak yang seperti itu. Untuk itulah, saya bertekad akan terus memperjuangkan, membangun, dan merealisasikan pembangunan supaya rumah itu layak huni," katanya.

Dony mengatakan, untuk membangun semua rumah yang tidak layak huni di Kabupaten Sumedang akan dilakukan secara bertahap, termasuk rumah milik Eha dan Oleh.

"Insya Allah akan diperbaiki secepatnya," ucap Dony.

Editor: Fauzie Pradita Abbas
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved