Breaking News:

Lantunkan Sholawat Selama 14 Hari Isolasi, Puluhan Santri di Tasikmalaya Bisa Sembuh dari Covid-19

Sampai sekarang sisanya tinggal 16 orang santri lagi yang masih dirawat di ruang isolasi karena tes swab-nya masih positif corona.

Editor: Machmud Mubarok
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah Kota Tasikmalaya, Maman Suratman, memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (16/10/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Sebanyak 109 santri positif corona dari klaster pesantren Kota Tasikmalaya, telah sembuh dan dipulangkan seusai menjalani perawatan 14 hari di gedung isolasi darurat Rusunawa Universitas Negeri Siliwangi (UNS).

Sampai sekarang sisanya tinggal 16 orang santri lagi yang masih dirawat di ruang isolasi karena tes swab-nya masih positif corona.

"Kunci kesembuhan corona dengan jumlah besar santri kami salahsatunya selalu melantunkan shalawat nabi, dan menanggap ruang isolasi seperti di pesantren. Mereka juga selalu mengikuti arahan para perawat yang menangani," jelas Pimpinan Pondok Pesantren As-Sunnah, Kota Tasikmalaya, Ustaz Maman Suratman, kepada wartawan, Jumat (16/10/2020).

Maman menambahkan, para santri mengaku merasakan ruang isolasi seperti di pesantren dapat memberikan kebahagiaan.

Rasa bahagia itu ternyata memberikan kekuatan imun tubuh mereka yang membuat proses kesembuhan corona semakin cepat.

Terlebih, pelayanan perawatan oleh tenaga medis di ruang isolasi darurat sama dengan penanganan di rumah sakit.

"Imun akan bertambah bersamaan dengan tingkat keimanannya pun bertambah. Mereka pun selalu merasakan senang dan tak ada ketakutan apapun dalam menjalani perawatan sebagai pasien positif corona selama ini," tambah Maman.

Jangan ketakutan berlebihan, tapi waspada Maman berharap kepada seluruh pasien positif corona untuk selalu optimistis akan sembuh dengan cara penuh rasa kebahagiaan dalam menjalani perawatan dan menambah keimanan.

Buktinya, ratusan para santrinya dinyatakan paling cepat sembuh dan bisa kembali lagi ke keluarga dan lingkungannya masing-masing.

"Jangan ada ketakutan yang berlebihan, tapi tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan dalam memerangi Covid-19," tambahnya.

Jumlah pasien sembuh tersebut dalam dua interval waktu yang berbeda tapi dengan jumlah banyak. Pihaknya mendapatkan kabar bahwa sebanyak 58 santrinya dinyatakan sembuh, dan hari berikutnya sembuh lagi sebanyak 51 orang.

"Ini berkah dari Allah SWT bagi kami dan santri kami. Selalu ikuti anjuran protap perawatan dan pertebal keimanan saat menjalani perawatan. Salahsatunya lantunkan selalu shalawat Nabi dan ngaji Al-Quran," ungkapnya.

Sebelumnya, sempat membludak pasien positif Covid-19 dari klaster pesantren dua pekan lalu. Total pasien dari klaster pesantren yang diisolasi di Rusunawa UNS Tasikmalaya sebanyak 125 santri.

Mereka dijemput oleh sepuluh ambulans secara konvoi untuk diisolasi guna menekan penyebaran dengan dua kali proses penjemputan. Beruntung, para pasien positif tersebut tak menyebar lagi ke warga lain sesuai hasil tracing dan hasil tes swab. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saban Hari Lantunkan Shalawat Nabi, 109 Santri Tasikmalaya Sembuh dari Corona", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2020/10/16/20392511/saban-hari-lantunkan-shalawat-nabi-109-santri-tasikmalaya-sembuh-dari-corona.
Penulis : Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha
Editor : Aprillia Ika

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved