Breaking News:

Banjir Bandang Tasikmalaya

Ratusan Hektare Lahan Pertanian di Tasikmalaya Gagal Panen Pascaditerjang Banjir, Kerugian Miliaran

Tak hanya tanaman padi, jaringan teknis pertanian juga mengalami kerusakan. Paling besar kerusakan berada di Pameungpeuk dan Cibalong.

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
ILustrasi - Banjir merendam Kampung Margaluyu, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (8/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman

TRIBUNCIREBON.COM, GARUT - Lahan pertanian seluas 625 hektare di tiga kecamatan gagal panen setelah diterjang banjir bandang pada Senin (12/10/2020). Kerugian akibat terjangan banjir mencapai miliaran rupiah.

Kepala Dinas Pertanian Garut, Beni Yoga, mengatakan, lahan pertanian di Pameungpeuk, Cibalong, dan Cikelet terdampak banjir bandang. Padahal tanaman padi di ketiga kecamatan itu sudah siap panen.

"Sudah tertanam, ada yang siap panen. Ada yang 70 hari sampai 90 hari. Itu sudah tidak bisa diselamatkan lagi," ucap Beni di Kantor Kecamatan Pameungpeuk, Kamis (15/10/2020).

Tak hanya tanaman padi, jaringan teknis pertanian juga mengalami kerusakan. Paling besar kerusakan berada di Pameungpeuk dan Cibalong.

"Kalau misalkan sekarang potensi produksi di sini 5 ton per hektare, hampir 3 ribu ton yang gagal panennya," katanya.

Jika 1 ton ongkos produksinya sebesar Rp 80 ribu, berarti kerugian akibat banjir bandang sebesar Rp 1,8 miliar. Untuk membantu para petani, pihaknya akan menggelontorkan bantuan.

"Kami sudah ajukan bantuan benih. Sekarang perbaikan titik irigasi. Lalu ada padat karya untuk perbaikan sawah," ujarnya.

Baca juga: PROMO INDOMARET Hari Ini Berlaku hingga 20 Oktober 2020, Lengkap Super Hemat, Heboh & Of The Week

Terkait rehabilitasi lahan pertanian, disebut Beni belum diakumulasikan karena ada di beberapa titik. Pihaknya akan melaporkan data tersebut ke BPBD dan nantinya kelompok tani yang akan mengerjakan.

"Sudah kami laporkan dan sekarang data masih berjalan. Capaian produksi beras tidak besar. Untuk pemenuhan, akan dipasok dari wilayah utara dan tengah (Garut)," ucapnya.

Beni menjamin kebutuhan pangan warga tak akan terganggu dengan adanya kerusakan lahan pertanian.

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved