Breaking News:

Tradisi Rebo Wekasan di Keraton Kanoman Cirebon Digelar Terbatas

Padahal, biasanya tradisi tersebut didatangi ratusan warga yang ingin berebut uang koin yang ditebar saat tawurji.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Fauzie Pradita Abbas
Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Sultan Anom XII, Gusti Sultan Raja M Emiruddin (kedua kiri), saat mengambil uang koin untuk dilempar dalam tradisi tawurji di Kedaton Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Rabu (14/10/2020). 

"Tahun ini tradisi rebo wekasan digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan," kata Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, saat ditemui usai kegiatan.

Ia mengatakan, terbatasnya tradisi rebo wekasan dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan, keluarga dan abdi dalem yang terlibat dalam tradisi rebo wekasan juga tampak mengenakan masker.

Prosesi ngapem yang dilaksanakan usai tawurji di Bangsal Paseban Keraton Kanoman juga hanya dihadiri keluarga Keraton Kanoman.

Mereka pun terlihat saling menjaga jarak saat doa bersama sebelum menyantap apem yang disajikan.

"Tradisi rebo wekasan juga tetap khusyuk meski digelar secara terbatas," ujar Ratu Raja Arimbi Nurtina.

Arimbi memohon maklum karena tradisi rebo wekasan tahun ini tidak melibatkan banyak pihak.

Pandemi Covid-19 membuat pihak Keraton Kanoman memutuskan untuk menyelenggarakan tradisi rebo wekasan secara terbatas.

Bahkan, ia mengakui tahun ini rebo wekasan digelar tertutup dan hanya dihadiri abdi dalem serta keluarga besar keraton.

"Tahun ini doa yang dibacakan untuk pasien, tenaga medis, pemerintah, dan semua pihak yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19," kata Ratu Raja Arimbi.

Pihaknya juga berharap, seluruh petugas dan pasien yang telah gugur serta yang masih berjuang melawan Covid-19 selalu dirahmati dan diridai Allah SWT.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved