Breaking News:

UU Cipta Kerja

Habib Rizieq Disebut Dalangi Demo Penolakan UU Cipta Kerja oleh Media China, Demi Gulingkan Jokowi

Media China berbahasa Inggris yang berbasis di Hong Kong itu juga menuliskan jika massa membawa bendera hitam yang bertuliskan deklrasi iman.

Tangkapan layar televisi Kompas TV
Situasi terkini demo PA 212 di depan Istana Negara, Jakarta, Selasa (13/10/2020). 

TRIBUNCIREBON.COM - Habib Rizieq dituding tunggangi aksi massa penolakan UU Cipta Kerja untuk gulingka  Presiden Jokowi.

HAl tersebut disampaikan Media asing China, South China Morning Post (SCMP).

Media China berbahasa Inggris yang berbasis di Hong Kong itu juga menuliskan jika massa membawa bendera hitam yang bertuliskan deklrasi iman. 

Mungkin, media China mengarah ke bendera Tauhid.

tribunnews
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq berdoa seusai melaksanakan salat duhur di Mesjid Al-Aman di sela-sela pemeriksaan sebagai tersangka terkait dugaan kasus penghinaan Pancasila, di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (13/2/2017). Pemeriksaan Rizieq berlangsung selama kurang lebih tujuh jam dari pukul 10.00 WIB hingga sore. TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Berikut pemberitaan media SCMP yang terbit pada Selasa (13/10/2020):

Seorang ulama Muslim di pengasingan Indonesia telah meminta para pengikutnya untuk mengepung istana presiden Jakarta pada Selasa sore dan menggulingkan Presiden Joko Widodo, ketika demonstrasi besar-besaran menentang undang-undang baru tentang penciptaan lapangan kerja memasuki minggu kedua mereka.

Tagar #UmmahUniteToRejectOmnibusLaw, yang berarti komunitas Muslim bersatu untuk menolak Omnibus Law, menjadi tren di Twitter di Indonesia pada hari Selasa ketika ribuan orang berkumpul di Jakarta untuk melakukan protes.

Undang-undang kontroversial, yang berisi reformasi dalam RUU “Omnibus” yang mengubah lebih dari 70 undang-undang yang ada, ditujukan untuk memotong birokrasi dan meningkatkan investasi untuk menciptakan lapangan kerja.

Tetapi para pekerja yang memprotes mengatakan itu merusak undang-undang ketenagakerjaan yang ada, mengurangi pendapatan mereka dan melemahkan perlindungan lingkungan.

Puluhan ribu orang turun ke jalan di seluruh negeri pekan lalu di tengah kekhawatiran aksi unjuk rasa dapat memperburuk wabah virus corona di Indonesia.

Pada hari Selasa, jalan-jalan di Jakarta yang biasanya tersumbat hampir kosong dari mobil, kedutaan ditutup dan banyak bisnis ditutup karena beberapa kelompok Muslim mengumumkan mereka akan menggelar protes.

Halaman
1234
Editor: Mumu Mujahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved