Breaking News:

Sebagian Besar Pasien Covid-19 Merasa Menyesal Setelah Terpapar, Gak Patuhi Protokol Kesehatan

Eka mengingatkan bahwa sampai vaksin Covid-19 selesai diuji coba dan terbukti efektif serta aman digunakan, tidak ada vaksin yang lebih baik daripada

Editor: Machmud Mubarok
ISTIMEWA
Ilustrasi penanganan pasien covid-19 di RS Kuningan. 

TRIBUNCIREBON.COM - Ketua Tim Pedoman & Protokol dari Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Eka Ginanjar mengatakan, sebagian besar pasien Covid-19 yang ditangani dokter merasa menyesal karena tidak mematuhi protokol kesehatan.

Para pasien itu baru menyadari bahwa Covid-19 itu nyata dan menyiksa tubuh.

"Sebagian besar pasien Covid-19 yang ditangani para dokter merasa menyesal tidak mematuhi protokol kesehatan setelah terkena penyakit itu," ujar Eka dalam siaran pers PB IDI yang diterima Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

"Dan mereka merasakan betul bahwa Covid-19 itu nyata dan menyiksa tubuh. Oleh karena itu, cegahlah diri anda dari penularan dan cegahlah diri Anda juga untuk menjadi sumber penularan," ucap Eka.

Oleh karena itu, Eka mengingatkan bahwa sampai vaksin Covid-19 selesai diuji coba dan terbukti efektif serta aman digunakan, tidak ada vaksin yang lebih baik daripada protokol kesehatan.

Adapun protokol kesehatan itu yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak (3M).

"Walaupun sulit dan banyak masyarakat belum terbiasa, namun langkah 3M ini adalah cara yang paling efektif hingga saat ini dalam mencegah penularan," ucap Eka.

Meski demikian, Eka juga mengingatkan, apabila menggunakan masker kain (non-medis), sebaiknya dicuci setelah beraktivitas dan diganti dengan masker baru yang bersih dalam aktivitas berikutnya.

Sementara itu, apabila menggunakan masker medis seperti masker bedah, N95 dan KN95, sebaiknya masker dibuang di tempat sampah dalam keadaan tidak utuh untuk mencegah didaur ulang.

Bila penggunaan untuk medis maka digolongkan dalam sampah medis yang harus dikelola khusus.

Di Atas Angka 4.000 Kasus

Indonesia kemarin mencatat rekor penambahan 4.850 pasien Covid-19 dalam sehari, yang memperlihatkan bahwa belum ada tanda-tanda pandemi akan berhenti.

Kasus Covid-19 pada hari ini pun kembali bertambah dalam jumlah yang cukup tinggi, di atas 4.000 pasien dalam sehari.

Data pemerintah pada Jumat (9/10/2020) pukul 12.00 WIB memperlihatkan bahwa terdapat 4.094 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved