Breaking News:

Iwan Fals Bersuara Tentang Masalah UU Cipta Kerja, Komentarnya Sama dengan Presiden Jokowi

Penyanyi yang sering mengkritik kinerja pemerintah lewat lagu-lagunya ini mengaku belum membaca seluruh isi undang undang tersebut.

(KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA)
Musisi senior Iwan Fals saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). 

TRIBUNCIREBON.COM - Penyanyi senior Iwan Fals ikut berkomentar tentang polemik Omnibus Law UU Cipta Kerja yang tengah melanda hati dan pikiran masyarakat Indonesia.

Penyanyi yang sering mengkritik kinerja pemerintah lewat lagu-lagunya ini mengaku belum membaca seluruh isi undang undang tersebut.

Namun, Iwan Fals berpendapat kekecewaan penetapan UU Cipta Kerja pada 5 Oktober lalu sebaiknya digugat ke Mahkamah Institusi. 

"Waduh saya belum baca UU itu, 1000 halaman lebih katanya, tapi menurut saya klo kecewa dgn Omnibuslaw gugat aja ke MK, klo demo kayak gini serem pandeminya itu lo...," tulis Iwan Fals di Twitter-nya, @iwanfals, Jumat (9/10/2020).

Tak lama, Iwan mengklarifikasi twitnya mengenai jumlah halaman UU Cipta Kerja. "Oh 900-an halaman ya bukan 1000," tulis Iwan Fals.

Opini Iwan Fals ini justru dikecam oleh warganet yang kecewa. "Dulu iyaaaaa kritis, sekarang udah nongkrong bareng ga berani yah om wakil rakyat seharus nya apaaa om? Lupa lirik," tulis akun @christianto_r.

"Alm Bapa yang suka bgt sama Iwan fals kayanya kecewa baca twit ini," tutur akun @winnyrilly.

"Dahulu kala ada seorang penyanyi lagu-lagunya tajam dan lugas sekali, Namun hari ini penyayi tersebut tajinya sudah mati, apa guna menciptakan lagu dengan tema perlawanan dan penindasan sedangkan penciptanya sudah menyerah terlebih dulu," kata akun @farisclamoris.

Nathalie Holscher Kaget Rizky Febian Ajukan Satu Syarat Ini Jika Ingin Jadi Istri Sule

Seperti diketahui demo terjadi kemarin, Kamis (8/10/2020), berujung ricuh antara massa dan aparat polisi. Fasilitas publik di sejumlah daerah di Tanah Air rusak, bahkan terbakar karena kericuhan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masyarakat yang keberatan dengan Undang-Undang Cipta Kerja untuk mengajukan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi ( MK).

Halaman
1234
Editor: Machmud Mubarok
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved