Breaking News:

Saksi Awalnya Tak Tahu Uang yang Diterimanya Merupakan Uang Perusahaan Daerah SMU Majalengka

Disampaikannya, justru saksi mengiranya uang tersebut milik pribadi tersangka berinisial J.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Mumu Mujahidin
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Konferensi pers Kejaksaan Negeri Majalengka terkait kasus korupsi di PDSMU Majalengka 

Kejaksaan Negeri Majalengka kembali menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 500 juta dari seorang saksi yang terlibat kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah Sindangkasih Multi Usaha ( PDSMU).

Saksi itu diketahui berinisial M (41) warga Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka, Dede Sutisna melalui Kasie Pidsus, Guntoro Janjang S mengatakan penyitaan itu dilakukan pada pagi hari tadi sekitar pukul 10.00 WIB.

Saksi tersebut menyerahkan uang tersebut langsung mengunjungi Kantor Kejari Majalengka yang berada di Jalan Ahmad Yani No.5a, Kecamatan/Kabupaten Majalengka.

"Jadi hari ini penyidik bidang tindak pidana khusus Kejaksaan Negeri Majalengka telah melakukan penyelamatan potensi kerugian keuangan negara tahap penyidikan dengan melakukan penyitaan uang sebesar Rp 500 juta sebagai barang bukti dalam perkara ini," ujar Guntoro saat konferensi pers, Rabu (7/10/2020).

Dirinya menjelaskan, bahwa uang tersebut berasal dari saudara M yang juga sebagai saksi dalam perkara tersebut.

Adapun, saksi tersebut berasal dari eksternal perusahaan.

"Selanjutnya barang bukti tersebut dititipkan ke rekening salah satu bank Kejari Majalengka," ucapnya.

Pihaknya pun menyatakan, agar para saksi lain yang sekiranya menerima aliran dana dari PDSMU segera mengembalikan.

Wanita Harus Berhati-hati Nih, Kanker Serviks Stadium Awal Gak Ada Gejala Apapun, Perhatikan Hal Ini

Apes Seorang Pria Kepergok Merekam Gadis 18 Tahun yang Tengah Mandi karena Tiba-tiba Mati Lampu

Sebab, pihaknya akan menindak tegas siapapun yang bertentangan dengan hukum.

"Tentunya kami menyatakan agar yang menerima aliran dana dari PDSMU segera mengembalikan kepada penyidik tindak pidana khusus, sebelum jaksa penyidik mengambil tindakan tegas," jelas dia.

Sementara, hingga saat ini, penyidik tindak pidana khusus Kejari Majalengka telah menyita uang dari para saksi sebesar Rp 587 juta.

Adapun, masing-masing dari Ap sebesar Rp 53 juta dan dari De dan Di yang merupakan kakak adik sebanyak Rp 15 juta dan Rp 12,7 juta.

"Kalau Ap melakukan kerjasama dengan Jun di bidang agribisnis. Uang itu telah dikembalikan ke kas negara yang kini dititipkan di salah satu bank sebesar Rp 87,750 juta, pengembalian uang dari bidang agribisnis dan perusahaan umum dan jasa," kata Guntoro.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved