Breaking News:

815 AJP di Jalur Pantura Mulai Karawang-Losari Tidak Menyala, Upaya Perbaikan Pun Terus Dilakukan

Sebanyak 815 unit Alat Penerang Jalan (AJP) pada ruas Jalur Pantura mulai dari Karawang-Losari tidak menyala.

Penulis: Handhika Rahman
Editor: Mutiara Suci Erlanti
Tribuncirebon.com/Handhika Rahman
Kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka peninjauan kegiatan pada karya pada pekerjaan APJ Solar Cell di Ruas Bts Kabupaten Karawang/Subang-Sewo-Lohbener pada Sabtu (3/10/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNCIREBON.COM, INDRAMAYU - Sebanyak 815 unit Alat Penerang Jalan (AJP) pada ruas Jalur Pantura mulai dari Karawang-Losari tidak menyala.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiadi mengatakan, dalam mendukung transportasi yang berkeselamatan, Kemenhub pun berupaya melakukan perbaikan fasilitas keselamatan jalan.

"Sehingga di tahun 2020 ini telah dialokasikan anggaran untuk pemeliharaan untuk perbaikan sebanyak 225 unit APJ," ujar dia melalui keterangan tertulis yang diterima Tribuncirebon.com, Senin (5/10/2020).

Antisipasi Buruh Mogok Nasional, 150 Petugas Gabungan di Majalengka Disiagakan

Donald Trump Positif Covid-19 Pernah Diramalkan Baba Vanga, Ini Ramalan Mengejutkan Si Peramal Buta

Selain itu, di tahun 2021, diprogramkan juga pemeliharaan untuk sebanyak 338 unit AJP.

Masih disampaikan Budi Setiadi, dalam hal ini Kemenhub telah memprogramkan bantuan teknis berupa pembangunan fasilitas keselamatan jalan di ruas jalan provinsi maupun kabupaten dan kota.

Sebagai tidak lanjut pihaknya juga sudah melakukan kunjungan kerja (Kunker) dalam rangka peninjauan kegiatan pada karya pada pekerjaan APJ Solar Cell di Ruas Bts Kabupaten Karawang/Subang-Sewo-Lohbener pada Sabtu (3/10/2020) kemarin.

“Jadi apa yang sedang kita lakukan ini adalah pemasangan PJU yang beberapa tahun lalu mengalami kerusakan dan beberapa ada yang hilang. Di wilayah Kandanghaur, Patrol dan sekitarnya,” ujarnya.

Gara-gara Calon Suami Telat Karena Macet, Mempelai Wanita Langsung Ijab Qobul Dengan Tetangga

Pekerjaan pemeliharaan ini yakni dengan melakukan perbaikan dan penggantian teknologi tenaga surya atau solar cell dengan menggunakan kembali daya listrik dari PLN, Kemudian pemasangan kabel, panel dan luminer.

“Kemarin menggunakan teknologi solar cell biayanya nyampe Rp30 juta pertitik. Sekarang pakai listrik saja supaya tidak mudah dicuri. Saya juga minta bantuan jajaran Polisi, TNI, pak Camat dan masyarakat supaya bisa dijaga,” ucap dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved