Breaking News:

Rumah Warga di Kuningan Rusak Parah

Terjadi Pergerakan Tanah, DPRD Kuningan: Segera Tanggap Bencana & Kajian Relokasi atau Tidak

Zul mengatakan, tanggap bencana ini merupakan tugas pemerintah memberikan keringan beban warga terdampak.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mumu Mujahidin
Kontributor Tribuncirebon.com/Ahmad Ripai
Sebanyak 4 rumah di Desa Pamulihan dan Jalan Dusun di Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan megalami kerusakan cukup parah. 
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Menanggapi muncul bahaya bencana alam akibat pergerakan tanah di wilayah Kecamatan Subang, Kuningan, Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy tentu sangat prihatin dan meminta pemerintah daerah untuk tanggap bencana.
“Pemerintah harus segera melakukan penanggulangan terhadap lokasi bencana disana,” ungkap Zul sapaan akrab Ketua DPRD Kuningan yang juga politisi PDI Perjuangan saat di hubungi ponselnya, Minggu (4/10/2020).
Zul mengatakan, tanggap bencana ini merupakan tugas pemerintah memberikan keringan beban warga terdampak.
“Ya harus diberikan bantuan, dan leading sektor dalam hal ini BPBD segera turun dan memberikan bantuan kepada warga terdampak dalam memenuhui hajat hidupnya, misal berikan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya,” ungkap Zul lagi.
Tidak hanya itu, kata dia, lembaga legislatif juga segera mengintruksikan terhadap Komisi III DPRD Kuningan sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat. 
“Terlepas sudah dan belumnya dapat informasi bencana alam, kami segera instruksikan Komisi III untuk melakukan penanganan di wilayah bencana tersebut,” katanya.
Mengenai lokasi yang dianggap jadi langganan bencana alam, Zul mengatakan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah pembahasan dengan pemerintah daerah.
“Untuk jangka pendek sudah jelas, pemerintah harus tanggap bencana. Karena untuk kebutuhan hal itu memiliki anggaran yang cukup,” kata Zul lagi.
Kemudian, masih kata Zul, untuk jangka panjang itu akan dilakukan uji petik dan kajian lingkungan dengan pemerintah daerah.
“Sebab daerah itu merupakan rawan bencana, kita segera bahas dan apakah pemukiman warga itu perlu di relokasi atau bagaimana? “ ujarnya.
Rumah Retak dan Jalan Hancur
Warman salah serang Kepala Dusun Pahing, Desa Jatisari, Kecamatan Subang menuturkan bahwa awal kejadian muncul pergerkan tanah itu diketahiui sejak malam hari.
“Ketika Jam dua janari (dini hari, red), kami biasa ronda dan melakukan keliling kampung di permukiman sekitar,” kata Warman saat dihubungi melalui telpon selulernya, Minggu (4/10/2020).
Ketika dini hari, kata Warman, beberapa rumah warga sudah terlihat retak–retak akibat pergeakan tanah. 

“Apalagi saat malam itu hujan terus dan ketika mengetahui keretakan pada bangunan rumah warga, kami bergegas membangunkan pemilik dan minta mengosongkan rumahnya,” katanya.
Hingga sekarang, kata dia, beberapa kepala keluarga yang terdampak akibat rumahnya rusak.
”Ikut bareng tinggal di tetangga,” katanya.
Menurutnya, kerusakan rumah di Dusun Pahing, Desa Jatisari itu ada sebanyak 3 rumah warga yang rusak alias tidak bisa ditempati seperti sebelumnya. 
“Selain itu, ada 11 rumah warga di dusun kami yang terancam dan kini warga terdampak, ikut bareng tinggal tetangga yang rumahnya aman dari pergerakan tanah,” ungkapnya.
warman menceritakan bahwa kejadian pergerakan tanah ini pernah terjadi sepuluh tahun lalu. 

BREAKING NEWS 4 Rumah di Kuningan Rusak Akibat Pergerakan Tanah, Jalan Dusun Hancur 18 Orang Ngungsi

“Lokasi kejadian persis di dusun ini,  sebab dari kejadian pergerakan tanah itu persis adanya hujan lebat” ujarnya.
Mengenai bangunan rumah warga yang rusak itu diantaranya, pemilik  Abdul Hadi (44), Rastum (60), Karyadi (65).
“Untuk kondisi rumah rusak dan tertimbun matrial tanah, kini sudah dibereskan oleh warga secara gotong royong,” ujarnya.
Kemudian, masih kata Warman, untuk 11 rumah warga yang terancam ambruk akibat pergerakan tanah, di antaranya milik Ibu Wasih, Tarsim, Rusdiana, Kardi Dadang Nurjaman, Ruskapi, Rosidin, Suherman, Arjo.
Untuk ke sebelas rumah yang disebut, kata Warman masing–masing rumah itu memiliki lebih dari satu kepala keluarga.
“Iya kalau total kepala keluarga untuk di Desa Jatisari itu ada sebanyak 600 KK dan wilayahnya pegunungan kaya gitu,” katanya.
Jalan Dusun Hancur
Sebanyak 4 rumah di Desa Pamulihan dan Jalan Dusun di Desa Jatisari, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan megalami kerusakan cukup parah.
Hal itu menyusul dengan peristiwa pergerakan tanah yang disertai hujan yang tak unjung berhenti sejak kemarin sore. 
“Hujan hingga sekarang (masih) berlangsung kang,” ungkap Yanto salah seorang warga Desa Pamulihan saat dihubungi ponselnya, Minggu (4/10/2020).
Kerusakan bangunan rumah warga, berdampak terhadap evakuasi dan sebanyak 18 orang terpaksa harus mengungsi.
“Iya kejadian tadi pagi sekitar pukul 05.00 kang,” katanya.
Adapun empat unit rumah yang rusak adalah milik Ruhaman (dihuni 6 jiwa ada balita), Sartim (dihuni 6 jiwa ada balita), Jaenudin ( dihuni 2 jiwa), dan Surahman (dihuni 4 jiwa ada balita). 
“Semua rumah rusak sudah ditinggalkan oleh pemiliknya,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu di tengah kegiatan pengawasan dan pencegahan bahaya penyebaran virus corona di Kecamatan Kuningan membenarkan adanya kejadian di wilayah Kuningan selatan ini.
“Kami melakukan pendataan kemungkinan adanya rumah warga lainnya yang rusak akibat pergerakan tanah dan kita sudah terjunkan tim untuk melaksanakan kaji cepat dan assesment untuk mendapatkan informasi yang lebih detail," kata Indra yang juga mantan Camat Subang. 
Selain pergerakan tanah di Desa Pamulihan, kata Indra, terjadi tanah longsor di Desa Jatisari, Kecamatan Subang. 
“Akibat tanah longsor itu, jalan penghubung dua dusun di Desa Jatisari terputus,” kata dia,
Dampak kejadian itu, itu membuat masyarakat setempat harus melalui jalan alternatif lain. 
“Namun untuk sementara telah dibuat akses jalan darurat agar bisa dilalui kendaraan roda dua,” katanya. 

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved