Lomba Balap Merpati Resmi Digelar di Kuningan, Bupati Acep Minta Tak Abaikan Protokol Kesehatan
Pelaksanaan Lomba Merpati Putaran Liga PHMP Double Point Lapak Kuningan yang di gelar di Patek Pakuon Kelurahan Awirarangan
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Mutiara Suci Erlanti
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai
TRIBUNCIREBON.COM, KUNINGAN – Puluhan peserta burung merpati balap/ keket mengikuti kejuruan yang dilaksanakan pencinta burung merpati yang tergabung dalam Perhimpunan Hobi Merpati Priangan Kuningan.
Pelaksanaan Lomba Merpati Putaran Liga PHMP Double Point Lapak Kuningan yang di gelar di Patek Pakuon Kelurahan Awirarangan, Kecamatan Kuningan, Minggu (4/10/2020).
Bupati Kuningan H Acep Purnama saat dilokasi sekaligus membuka langsung perlombaan tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Kuningan dan para peserta lomba.
• Bacaan Niat dan Doa Setelah Shalat Tahajud, Lengkap dengan Panduan Zikir Beserta Keutamaannya
• Zodiak Cinta Besok Senin, 5 Oktober 2020: Scorpio Sambut Cinta Baru, Pisces Kedatangan Mantan Pacar
“Terima kasih pada peseta yang datang dari berbagi daerah, kami berharap dipelaksanaan ini tidak mengabaikan protokol kesehatan covid-19,” ungkap Acep.
Menurutnya, perlombaan ini merupakan Kompetisi Putaran Liga Terakhir yang di laksanakan di Kuningan.
“Iya saya dengar, sebelumnya sudah di laksanakan 7 putaran liga di Kota Tasik, Ciamis, dan Singaparna,” kata Acep.
Kemudian, kata Acep, Lomba ini diikuti oleh peserta dari dari Bandung, Purwokerto, Kota Tasik, Ciamis, Pangandaran, Bogor, Indramayu, Majalengka, dan Singaparna.
• Zodiak Cinta Besok Senin, 5 Oktober 2020: Scorpio Sambut Cinta Baru, Pisces Kedatangan Mantan Pacar
• Nikita Mirzani Langsung Diam Saat Diceramahi soal Dosa Berzina, Ade Londok: Dosanya 70 Hari 70 Malam
“Terima kasih kepada panitia penyelenggara lomba karena Kuningan di jadikan titik point terakhir untuk putaran Liga PHMP Double Point,” katanya.
Acep mengatakan, dirinya juga menyukai merpati pada tahun 70an - 80an.
“Kami sangat senang, sebab ini pernah jadi hobi saya waktu muda,” ujarnya.
Saat diberikan kesempatan untuk menjajal ketangkasan burung merpati kolongan tinggi.
“Kami mengapresiasi dan mendukung kegiatan lomba tersebut, sekaligus bisa sebagai wadah menyalurkan para pehobi burung merpati dalam lomba ketangkasan burung,” kata Acep seraya meyakini bahwa lomba merapati seperti ini tidak ada unsur judi.