Breaking News:

Video

VIDEO - Mengenai Pasar Rakyat Muludan di Kabupaten Cirebon, Kasatpol PP: Belum Diputuskan

Keraton Kasepuhan Cirebon meniadakan pasar rakyat Maulid Nabi Muhammad Saw atau muludan pada tahun ini sesuai rekomendasi

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Machmud Mubarok

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Keraton Kasepuhan Cirebon meniadakan pasar rakyat Maulid Nabi Muhammad Saw atau muludan pada tahun ini sesuai rekomendasi dari Pemkot Cirebon.

Hal itu dilakukan untuk mencegah munculnya klaster muludan dalam penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

Namun, pasar rakyat muludan juga berlangsung di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon.

Wali Kota Cirebon Sebut Tak Ada Jaminan Protokol Kesehatan Dipatuhi Saat Gelar Acara Maulid Nabi

Pemkot Bolehkan Keraton Cirebon Gelar Maulid Nabi di Lingkungan Internal, Ini Kata Sultan Sepuh XV

Pemkot Cirebon Bilang Boleh Gelar Acara Maulid Nabi di Internal Keluarga Keraton, tapi. . .

Di antaranya, Desa Trusmi, Kecamatan Plered, dan Desa Tuk, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon, yang pelaksanaannya berlangsung setelah muludan di Keraton Kasepuhan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Ade Setiadi, mengatakan, belum ada keputusan mengenai diizinkan atau tidaknya pasar rakyat muludan di Desa Trusmi dan Desa Tuk.

Sebab, menurut dia, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon belum membahasnya.

"Soal (perizinan) muludan Trusmi dan Tuk belum diputuskan, belum dibahas dalam rapat Satgas," ujar Ade Setiadi kepada Tribuncirebon.com, Kamis (1/10/2020).

Ia pun memaklumi karena pelaksanaan tradisi muludan di Desa Trusmi dan Tuk berlangsung pada bulan depan.

Ade memastikan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon akan membahasnya dalam waktu dekat.

"Satgas pasti membahas muludan ini, karena berkatian terjadinya potensi penyebaran Covid-19," ujar Ade Setiadi.

Pihaknya memprediksi jika pasar rakyat muludan tersebut digelar maka akan muncul keramaian masyarakat di dua lokasi itu.

Pasalnya, dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ratusan warga mendatangi pasar rakyat muludan tersebut.

"Kalau pasar rakyat muludan digelar, protokol kesehatannya harus benar-benar diterapkan," kata Ade Setiadi.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved