Breaking News:

KITA Cirebon Dekalarasi bersama Pemulung di TPA Kopiluhur, Maman Imanulhaq Ungkap Pesan Ini

Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Cirebon dideklarasikan di TPA Kopiluhur

Tribuncirebon.com/Ahmad Imam Baehaqi
Deklarasi KITA Cirebon bersama sejumlah pemulung di TPA Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (30/9/2020). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON - Kerapatan Indonesia Tanah Air (KITA) Cirebon dideklarasikan di TPA Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Rabu (30/9/2020).

Bahkan, deklarasi itu pun tampak diikuti sejumlah pemulung yang beraktivitas di tempat pembuangan akhir tersebut.

Mereka terlihat turut serta dalam deklarasi KITA Cirebon dan ikut menyanyikan lagu-lagu KITA.

Bukan Menolong, Driver Ojol Malah Curi Ponsel dan Pistol Polisi yang Alami Kecelakaan di Bali

KITA Cirebon sendiri meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka, Indramayu, serta Subang.

Selain itu, deklarasi KITA Cirebon juga disiarkan secara telekonferensi dan diikuti KITA Jakarta, Medan, Yogyakarta, Bandung, Banten, dan lainnya.

Ketua KITA Cirebon, Abdul Muiz Syaerozie, mengatakan, deklarasi itu sengaja digelar di TPA Kopiluhur.

Pasalnya, menurut dia, persoalan yang perlu disikapi saat ini adalah tentang pengelolaan sampah, kemiskinan, dan kebencanaan.

"Ini kenyataannya, masih banyak persoalan sampah dan kemiskinan yang harus segera ditangani," kata Abdul Muiz Syaerozie saat ditemui usai deklarasi.

INI Rekam Jejak Hingga Harta Kekayaan Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Jadi Deklarator KAMI

LINK Live Streaming Sedang Tayang Film Pengkhianatan G30S/PKI di TV One, Tak Dilarang untuk Menonton

Ia menegaskan, persoalan semacam itu jauh lebih penting dibanding isu-isu politik yang tidak terlalu banyak manfaatnya.

Selain itu, keragaman juga menjadi ciri khas Indonesia yang menjadj anugerah sehingga harus terus dirawat sampai kapanpun.

"Tujuannya agar bangsa Indonesia terus bergerak maju menjadi bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian," ujar Abdul Muiz Syaerozie.

Sementara Ketua KITA, Maman Imanulhaq, mengatakan, persoalan masyarakat Indonesia bukan hanya menghadapi pandemi Covid 19.

Namun, kata Maman, persoalan kemiskinan ekstrim, ketersesakan kota, dan pengelolaan sampah, juga harus turut diperhatikan.

"Butuh keseriusan, kecerdasan, dan sikap gotong royong menghadapi patalogi sosial yang terjadi di tengah masyarakat," kata Maman Imanulhaq.

Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved